oleh

Satgas Covid-19 diSarankan Menyiagakan Petugas Swab Test diBandara dan Pelabuhan

MAKASSAR,Transit di bandara biasanya memakan waktu berjam-jam, apalagi jika delay. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar bisa dibilang sebagai gerbang masuk wilayah Indonesia timur begitupun pelabuhan penumpang Makassar.

Sebab itulah, Bandara dan Pelabuhan Penumpang Makassar dikhawatirkan juga sebagai salah satu penyebab penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 disarankan menyiagakan petugas swab test di Bandara dan Pelabuhan guna memastikan masyarakat keluar masuk Sulsel bebas dari virus asal China itu.

Pakar Kesehatan Unhas, Dr Aminuddin Syam menyarankan tim Gugus Tugas Covid-19 menyiagakan mobil Combat PCR Covid-19 milik Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel di Bandara dan Pelabuhan.

“Bandara Hasanuddin dan Pelabuhan tempat keluar masuknya masyarakat, di Bandara tempat transit kita tidak tahu siapa saja yang bawa penyakit. Sehingga, Bandar dan Pelabuhan baiknya ada tim yang melakukan trackking,” katanya kepada Media, Selasa (12/1/2021).

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas ini menyarankan, baiknya Mobil Combat PCR Covid-19 milik Dinkes Pemprov Sulsel ini disiagakan di kedua akses keluar masuk Sulsel ini.

“Untuk menangani virus Covid-19 ini, tidak hanya untuk menangani orang yang terkena saja, tetapi bagaimana mencegah orang agar tidak sakit. Tidak menunggu orang sakit tetapi mencegah bagaimana orang tidak sakit,” tambahnya.

Dia pun mengkau sejak awal telah menyarankan Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel untuk menyiagakan mobil Combat PCR tersebut di Bandara dan Pelabuhan, namun hingga saat ini belum dilakukan.

“Sejak awal saya minta mobil PCR ini standby di Bandara dan Pelabuhan. Jika itu dilakukan, Sulsel yang pertama betul-betul memperhatikan masyarakatnya baik yang keluar maupun masuk, itu juga memastikan bahwa orang yang masuk dan keluar itu bebas dari Covid-19,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Dr Aminuddin Syam juga menilai Kepala Dinas Kesehatan Sulsel mestinya bisa menerjemahkan setiap gagasan Gubernur Sulsel terkait upaya menurunkan kasus positif sehingga tidak terkesan Gubernur NA sebagai perencana sekaligus sebagai implementator di lapangan.

“Memasuki tahun ketiga kepemimpinan pak Gubernur sudah seharusnya seluruh OPD bekerja optimal dan bekerja cerdas sehingga tidak justru menjadi beban pak gubernur,” pungkasnya.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed