oleh

Bupati Takalar meninjau penggunaan irigasi tetes di Desa Bontomanai, Kecamatan Mangarabombang.

Takalar–Irigasi tetes digunakan untuk mengairi hampir 160 hektar padi warga Desa Bontomanai, yang hampir seluruhnya merupakan sawah tadah hujan.

Selain menjadi solusi petani yang kekeringan pada musim kemarau, irigasi tetes juga menghemat penggunaan air jika dibandingkan dengan mesin pompa air biasa.

“Jadi dengan irigasi tetes yang bisa mengairi kurang lebih 160 hektar. Dan selama ini kita selalu berpikir bagaiamana solusinya ini agar air tidak terbuang-buang percuma, maka irigasi tetes inilah jawabannya yang penggunaannya airnya sesuai dengan kebutuhan,” jelas Bupati Takalar H. Syamsari, S.Pt. MM.

Berbekal teknologi, irigasi tetes juga dapat digunakan untuk mempupuk tanaman yang dalam masa vegetatif yakni menggunakan pupuk cair dan akan dialirkan melalui selang irigasi.

“Salah satu persoalan yang dihadapi oleh petani kita khususnya di Marbo adalah pada saat musim kemarau kita kekurangan air padahal kebutuhan akan air kurang lebih sama dengan musim hujan. Untuk mngatasi persoalan tersebut petani bisa menggunakan iritasi tetes,” tutup Bupati Takalar.(Humas Pemda Takalar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed