oleh

Bendung Irigasi Dari Bambu Hanyut, Petani Butuh Air.

-Berita, Daerah-47 views


MC-Sigi, Bendung dibuat oleh Warga Desa Kalamanta Kecamatan Pipikoro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Minggu Kemarin hanyut dibawa banjir, aliran air menuju kepersawahan putus,petani kehilangan harapan untuk melanjutkan penanaman Kembali Padi demi kebutuhan hidup mereka.


Sementara Desa Kalamanta itu adalah Desa paling akhir di Kecamatan Pipikoro berbatasan dengan Kecamatan Seko Kabupaten Luwu Utara. Jarak dari jalan poros Kulawi Selatan Memakan waktu sehari dalam perjalanan, melewati jalan yang begitu ekstreem dipegunungan.


Walaupun paling akhir letaknya, warga disana memiliki lahan pertanian sangat luas yang ditanamankan seperti ; Khususnya Padi, Cacao, Kopi, Tambak ikan dan Lainya. Satu hal jadi permasalahan yang ditakuti para warga, setiap datang banjir pasti bendung mereka buat dari bambu hanyut dibawa air sungai. Bendung itu merupakan kebutuhan utama bagi para petani untuk sawah mereka, namun disini mempunyai semangat gotong royong begitu kuat, apapun yang jadi permasalahan dibidang pertanian pasti diselesaikan.


Mulai semenjak kamis 22/4 sampai 24/4/2021 pekerjaan pembuatan bendung Irigasi dari bambu selesai tepat 3 hari sesuai target ditentukan. Panjang 10 meter bendung irigasi dari bambu selesai dibuat dibentangkan disungai karangana, ini semua dirancang warga sehingga dapat mengairi sawah seluas 100 hektar, kalau lebar sungai sebenarnya 20 meter.
Erson Landu (Kepala Desa) menyampaikan bendung yang terbuat dari bambu kini sudah terpasang dengan kuat, dikerjakan secara gotong royong dihadiri 100 orang warga, masing-masing membawa peralatan yang digunakan saat kerja. Lanjutnya..selain membuat Bendung mereka memperbaiki saluran air menuju ke persawahan tertimbun longsor.


Warga berharap untuk mendapatkan bantuan bendung irigasi yang kuat dari Pemerintah.

Satya Wicana (Pemerhati Sumber Daya Air,Irigasi) setelah melihat kegiatan dari warga sangat kagum dengan semangat gotong royong pembuatan irigasi dari bambu,serta memberikan pesan Untuk tidak merusak hutan hutan itu sumber kehidupan yang di anugarahi , untuk produksi oksigen dan air. Dalam hal ini Satya Wicana mencoba memberikan info ke Pihak BWS III karena itu termasuk wilayah Kewenangannya Wilayah sungai Palu Lariang,bisa juga di Kabupaten untuk pengusulan DAK Pembangunan Irigasi baru.(H)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed