oleh

R.Jala Sathya Girinatha Serahkan Koleksi Pirografi Siloutte Media Slumpring Ki Dalang Manteb Sudarsono

-Berita, Daerah-13 views

MC | Karanganyar, – Pedalang kondang Indonesia Ki Manteb Sudarsono yang belum genap 40 harinya, telah meninggal dunia pada Jumat, 2 Juli 2021 di usianya yang ke-73 tahun. Sebagai bentuk kecintaan almarhum kepada wayang kulit yang ditekuninya semenjak usia anak-anak, Ki Manteb Sudarsono pernah berujar akan mendalang sampai akhir hayat.Kecintaan Ki Manteb Sudharsono terhadap seni wayang kulit tak dapat dinilai dengan apa pun.

Sampai akhir hayatnya eksis menjadi dalang.
Tekad Ki Manteb Sudharsono menjadi dalang sampai mati benar-benar terpenuhi. Beberapa hari sebelum meninggal dunia, menurut sejumlah kerabatnya, Ki Manteb Sudharsono masih sempat mendalang.

R. Jala Sathya Girinatha Owner Sabda Daya Nusantara mewakili Seniman Lereng Gunung Lawu menyerahkan koleksi Omah Kerajinan Sabda Daya Nusantara sebuah lukisan bakar (Pirografi) Siloutte media slumpring Ki Dalang Mantep Sudarsono Maha Karya Slumpring Tawangmangu yang di serah terimakan langsung pada putra almarhum Ki Dalang Danang Suseno di pendopo Padepokan Dalang di Desa Sekiteran Doplang Karanganyar Jawa Tengah pada Rabu sore,(28/07/2021).

R.Jala Sathya Girinatha menyerahkan koleksi Omah Kerajinan Sabda Daya Nusantara yang beralamat di Jl.Pringgosari No.1 RT.04 RW.06 Ngunut Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menjelang lounching secara virtual pada tanggal 17 Agustus 2021 tepat pukul.10.00 Wib sebagai tanda tali asih dan duka cita yang mendalam atas berpulangnya maestro pengiat seni budaya jawa asal Kabupaten Karanganyar yang mendunia.

“Saya atas nama keluarga besar Alm.Ki Manteb Sudarsono mengucapkan banyak terima kasih atas tali asih koleksi milik Omah Kerajinan Sabda Daya Nusantara Lukisan Bakar (Pirografi) media Slumpring Siloutte Ayah saya, karya cipta Slumpring Tawangmangu.” kata Ki Dalang Danang Suseno saat di konfirmasi MC Jawa Timur, Rabu,(28/07/2021) melalui sambungan telepon.

” Saat saya melihat karya cipta pioneer Slumpring Tawangmangu ini,jujur saya harus katakan ini wajah Ayah saya Ki Manteb Sudarsono dan terima kasih atas karya ciptanya yang diciptakan tepat saat Ayah saya meninggal dunia hanya dalam waktu 10 jam.” ujar Ki Dalang Danang Suseno.

“Semoga seniman Slumpring Tawangmangu dapat terus berinovasi dalam berkarya untuk bersatu bersama bersinergi membangun bangsa sesuai kapasitas kita masing-masing khusunya dalam seni dan budaya di Tawangmangu Karanganyar.” tegas Ki Danang Suseno.

“Semoga niat baik dari Owner Omah Kerajinan Sabda Daya Nusantara yang memfasilitasi para seniman dan pengrajin khususnya di Tawangmangu, Karanganyar dan Jawa Tengah pada umumnya dapat menjadi sarana sales and marketing para pengrajin UMKM untuk dapat di kenal di tingkat nasional dan mancanegara.” pungkasnya.( red )

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed