oleh

PTM Diberlakukan Hari ini, Sejumlah Sekolah Pantau Kesehatan Murid.

-Berita-2 views

MC | Sidoarjo – Ratusan sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Sidoarjo, Jawa Timur, mulai menggelar belajar tatap muka di sekolah pagi ini. Para guru berharap tak ada klaster Corona di sekolah.

Di SMA Negeri 1 Krian Sidoarjo, pada Senin (6/9/2021) pagi, tampak sejumlah murid sudah berada di dalam ruang kelas.

Seluruh murid terlihat memakai masker. Sebelum, memasuki kelas, para pelajar melakukan cuci tangan. Sejumlah wastafel tersedia di berbagai sudut sekolah.
Kemudian mereka mengikuti pelajaran tatap muka oleh guru yang mengajarnya.

“Kami juga melakukan pemantauan dan menyampaikan kepada para orang tua, untuk memastikan anak-anaknya ketika berangkat ke sekolah dalam kondisi sehat. Jika mengalami flu atau batuk, maka pembelajaran dilakukan daring. Sehingga kami memfasilitasi pembelajaran during maupun luring,” ujar Kepala Sekolah (kepsek) SMAN 1 Krian, H Karyanto.

Karyanto mengatakan, kapasitas kelas hanya 50 persen. Kelompok belajar tatap muka dibagi 2 dan diatur selang-seling per harinya. Pihak sekolah sudah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari tempat cuci tangan dan pemeriksaan thermo gun. Bahkan, sejumlah pelajar SMAN 1 Krian sudah melakukan persiapan PTM dengan mengikuti vaksin beberapa hari lalu.

Sementara di SMP Negeri 1 Balongbendo, sejumlah pelajar selain mengikuti PTM, mereka juga mengikuti vaksin Covid-19 yang disediakan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Para pelajar ini, mengikuti kegiatan vaksinasi di sela-sela pembelajaran tatap muka.

Kepsek SMPN Balongbendo, H Ismuni mengatakan, Sebanyak 500 pelajar yang mengikuti PTM hari ini (senin pagi) juga turut divaksin secara bergilir. Dengan target 100 persen pelajar akan tervaksin semua. Dengan harapan agar pandemi covid ini cepat selesai.

“Hanya saja, kadang ada kendala dari orang tua murid yang tidak mau anaknya divaksin, jadi minimal target 80 persen dalam waktu kedepan semua murid akan tervaksin,” ujar Ismuni.

Ismuni menyebut, dalam kegiatan PTM ini pihaknya membagi kelas menjadi 2 tahap belajar. Setiap kelompok belajar mendapat jatah 3 jam pelajaran tatap muka dalam sehari secara bergiliran.(aries)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed