oleh

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Delapan Ruas Jalan Provinsi Sulawesi Tengah Yang Melintasi Kawasan Konservasi, Jalan Tamboyoli –Baturube Diberi Tiga Nama.

-Berita, Daerah-269 views

MC-Sul-Teng,-Penandatanganan Perjanjian Delapan Ruas jalan Provinsi Sulawesi Tengah yang melintasi Konservasi dan Peresmian penggunaan Ruas Jalan Provinsi Tambayoli – Baturube di tahun Anggaran 2021 dilaksanakan rabu 15/9/2021 di Hotel Santika Kota Palu.
Penandatanganan ini dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura,Bupati Poso,Bupati Morowali Utara, Bupati Banggai, Bupati Parigi Moutong, Bupati Toli-Toli, Direktur Jenderal KSDAE Kementrian LHK, Ir.Wiratno, M.Sc, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira atau yang mewakili, Para Ketua Adat sekitar Cagar Alam Morowali, ketua forum komunikasi desa penyangga kawasan konservasi sulawesi tengah, Camat dan Kepala Desa.

Dalam sambutan Ir. H.Hasmuni Hasmar, M.Si (Kepala Balai) KSDA Sulawesi Tengah melaporkan perjalanan panjang proses inisiasi pembukaan ruas jalan yang hari ini akan ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan diresmikan Gubernur Sulawesi Tengah bersama-sama dengan Dirjen KSDAE Kementrian LHK.
Pada awal masa kepemimpinan selaku Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah, melakukan identifikasi serta pemetaan masalah, terkait konflik tenurial maupun keterlanjuran yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah, dan mendapatkan hasil dari identifikasi tersebut terdapat 7 ruas jalan provinsi yang belum mempunyai legalitas, karena melintasi kawasan konservasi. Adapun 7 ruas jalan tersebut adalah

  1. Ruas jalan provinsi Mepanga – Pasir Putih melewati CA. Gunung Tinombala sepanjang ±7,6 km
  2. Ruas jalan provinsi Pasir Putih – Basi melewati CA. Gunung Tinombala sepanjang ± 2,18 km.
  3. Ruas jalan provinsi Tonusu-Pendolo melewati CA. Pamona dan TWA Bancea sepanjang ± 11,52 km.
  4. Ruas jalan provinsi Malino Jaya – Sumarajaya melewati CA. Morowali sepanjang ± 2,87 km.
  5. Ruas jalan provinsi Sumarajaya – Lembah Sumara melewati CA. Morowali sepanjang ± 0,53 km.
  6. Ruas jalan provinsi Uwemea – SP Toili melewati SM. Bakiriang sepanjang ± 0,9 km.
  7. Ruas jalan provinsi Siuna – Bualemo melewati CA.Pati-pati sepanjang ± 3,03 km.

Lanjutnya, berdasarkan data tersebut dan untuk menghindari pembiaran, agar 7 ruas jalan tersebut mempunyai legalitas, berdasarkan regulasi yang ada kami berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah untuk dapat dibuatkan Perjanjian Kerjasama antara Gubernur Sulawesi Tengah dan Kepala Balai KSDA Sulawesi Tengah.
Dengan selesai Pelaksanaan kegiatan tersebut Ir.H Hasmuni Hasmar saat dikonfimasi wartawan mengatakan Penandatanganan perjanjian Kerjasama ruas jalan eksisten yang sudah terlanjur melewati kawasan konservasi dan pembangunan ruas jalan Tambayoli –Baturube, jadi delapan ruas jalan yang ditandatangani antara Gubernur dan BKSD Sulawesi tengah. Menurutnya, kenapa Gubernur bukan Bupati itu satu pertanyaan..? karena jalan ini dibuat adalah jalan Provinsi, ditambahkan dengan peresmian penggunaan jalan Tamboyoli –Baturube, nama jalannya terdiri dari Gubernur Rusdy Mastura, Ir.Wirantno dan Jl. Ir. Hasmuni Hasmar, pembangunan strategis tidak terelakan dari kawasan konservasi tetapi dia adalah merupakan perjanjian kerjasama harus bertanggung jawab keduanya dalam pelestarianya, perlindungan dan pengamanan Hutanya kedepan, Perjanjian Kerjasama (PKS) ini ditindak Lanjuti RKT dan RPP, tujuan utamanya untuk kesejahteraan masyarakat,membuka keterisolasian masyarakat yang sudah 74 tahun Tambayoli –Baturube, baru hari ini bersejarah sudah tembus, agar sejajar dengan desa-desa lain bisa sekolah menikmati kesehatan dan Pendidikan pada umumnya Untuk kesejahteraan masyarakat Terangnya.(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed