oleh

Kades Kaligoro, akan cek status lahan PT Arwana di Distaru Kabupaten Mojokerto.

-Berita, Daerah-34 views

MC | Mojokerto, – Ditemui awak media pasca melakukan mediasi dengan PT Arwana produsen keramik yang berlokasi di Dusun Randegan,Kelurahan Kaligoro,Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto,pada Senin (25/10/2021).

Kades Kaligoro Heri,menyampaikan kepada awak media dan rekan LSM AMPUH, “terkait izin HO masih diproses oleh pihak perusahaan, kemudian untuk masalah adanya dugaan pembangunan di atas lahan hijau,nanti akan kita cek ke Dinas Tata Ruang Kabupaten Mojokerto, apakah status tanah tersebut lahan merah, lahan kuning atau lahan hijau.”

Hadir dalam mediasi perwakilan dari tokoh masyarakat, Ketua RT 14,15,17,Ketua LPM,Ketua BPD,Kadus Randegan, serta Bhabinkamtibmas dan babinsa dari Kecamatan Kutorejo.

Heri menambahkan, “terkait hasil dari mediasi hari ini, tuntutan warga mengenai saluran irigasi yang tertutup, hari ini langsung disikapi oleh pihak perusahaan,dan perwakilan dari PT Arwana tadi juga menyampaikan, akan mensuport kegiatan-kegiatan masyarakat sekitar dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR), kemudian dalam waktu dekat ini pihak perusahaan akan bermusyawarah lagi dengan masyarakat, mengenai kapan kita masih belum susun agendanya.”

Asun,HRD PT Arwana, saat ditanya awak media dilapangan terkait rencana kedepan lahan yang di urug menyampaikan, “lahan yang kita urug seluas ±5000m² ini, nantinya akan kita jadikan jalan akses masuk menuju pabrik,untuk irigasi warga yang tadi sempat menjadi permasalahan akan kita bikinkan gorong-gorong.” Jawabnya.

“Kemudian terkait adanya dugaan bahwa yang sedang kita urug ini adalah tanah yang berstatus lahan hijau,itu tidak benar.” sanggah Asun.

Arif selaku pihak pelaksana pekerjaan yang di tunjuk oleh PT Arwana untuk mengurug lahan disebelah utara pabrik utama, saat ditemui awak media di sebuah warung kopi menerangkan, “dalam RAB terkait saluran irigasi warga sudah ada mas, nanti kita akan bikinkan betonbis dengan ukuran 40cm x 40cm, betonbis ini rencana kita pasang setelah urugkan selesai, jadi kami selaku pelaksana berharap agar warga bersabar, karena ini masih dalam tahap pengurugkan, jangan mudah terprovokasi oleh segelintir orang yang tidak mengakomodir kepentingan warga secara keseluruhan.” (Wied).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed