oleh

Angin Segar” Bagi PTT Dan GTT Magetan ,Saat Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD.

-Berita, Daerah-570 views
wa

MC | Magetan, -perjuangan PTT dan GTT di kabupaten Magetan sedikit demi sedikit mulai menampakkan hasil,meskipun semua suara dari PTT dan GTT belum bisa diakomodir semua minimal ada perhatian serius dari DPRD Magetan komisi A.

Hal ini terungkap saat dilakukan Rapat Dengar Pendapat dengan para GTT dan PTT yang mengabdi di dikpora selama belasan tahun. (Senin, 1 /10/2021) Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat DPRD Magetan.Hadir dalam kegiatan ini anggota Dewan Jamal, Joko Suyono ,Suwata Kepala Dinas Dikpora Magetan,Nunuk dari BKD , dan para GTT/ PTT yang mengabdi di sekolah SD dan SMP Negeri di Magetan

Joko Suyono selaku ketua Bapemperda mengatakan “Kita merasa prihatin atas nasib mereka selama ini.Pengabdian puluhan tahun seharusnya di prioritaskan,selain itu kita (DPRD Magetan) seharusnya diajak berdiskusi terkait pengisian PPPK yang ada agar aspirasi GTT dan PTT bisa kita suarakan melalui MenPAN/BKN atau pihak terkait usulan pengisian dan pengangkatan P3 K yang ada, jangan sampai terjadi selama ini kita tidak tahu berapa yang kosong dan berapa yang diusulkan “tegasnya.

Lebih lanjut Joko Suyino menambahkan “Raperda inisiatif perlindungan Guru/ PTT Non PNS agar nantinya bisa memberikan perlindungan kepada mereka semua. Jadi bukan hanya GTT yang terlindungi tapi juga seluruh tenaga yang ikut berperan dalam memajukan pendidikan di Magetan termasuk penjaga sekolah dan tenaga administrasi akan mendapatkan perlindungan. Minimal nanti pendapatan mereka bisa UMR Kabupaten Magetan.Dan kami berusaha semaksimal mungkin akhir tahun 2021 ini sudah di sahkan menjadi Perda “tegasnya.

Sementara itu Hadi Suwito salah seorang peserta mengatakan” Kami Mohon agar kami diberi perlindungan BPJS ketenagakerjaan yang di subsidi oleh pemkab,dan usulan ini sudah kami sampikan 2 tahun yang lalu sampai sekarang belum terealisasi,Selain itu kami mohon agar syarat syarat terkait pengangkatan P3K bisa lebih logis sesuai kondisi riil dilapangan , karena dalam aturan pendidikan minimal harus S1/D3 sedangkan dilapangan sebagian besar pendidikan teman kami rata rata SMA ditambah usia mereka sudah lanjut usia.”pintanya.(Bens).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed