oleh

35 Paket Proyek Jadi Siluman, Berakhir Dugaan Pemalsuan.

-Berita, Daerah-168 views

MC-Sul-Teng, Ada Apa dengan 35 Paket Proyek berujung ke dugaan pemalsuan tanda tangan untuk berkas, dititik lokasi Tiga Kabupaten, Poso, Morowali dan Banggai . Akibatnya permasalahan tersebut Tim Inspektorat Provinsi Periksa 15 Pegawai Dinas Cipta Karya Dan SDA Provinsi Sulawesi Tengah.
Melalui sambungan telpon 11/4/2022 sumber resmi (IrA)mengungkapkan, yang dipermasalahkan adalah fisik dikerjakan tanpa ada dasar pelaksanaan pekerjaan, hanya karena ada didalam DPA,DIPA mereka langsung laksanakan tidak diproses dulu, ini program padat karya penuntasan kemiskinan, kenapa dikerjakan kontraktual Ungkap Sumber Resmi tersebut.

Tersambung kembali pada 16/April/2022 melayangkan pesan whatshap sumber resmi ( IrA) sebutkan, Inisial M,N,Z dan R hari kamis 14 April menolak diperiksa karena tim pemeriksa tidak membawa surat tugas, dilanjutkan hari senin diperiksa kembali Ungkap Sumber Resmi (IrA)
Saat itu, Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Tengah Drs. M.Muchlis, MM membenarkan dengan dugaan pemalsuan tanda tangan, ketika ditemui awak media 8 Juli 2022 di Kantor Inspektorat. Menurutnya Oknum bersangkutan telah dipindahkan, disini hanya memeriksa pelanggaran administrasi, jika yang dipalsukan tanda tangan mau menuntut ke pidana, dipersilahkan, hal ini dijawab dihadapan para wartawan.
Kembali lagi ke pernyataan yang diberikan Inisial Z dikantor Dinas Cipta Karya Dan SDA Provinsi Sulawesi Tengah, Memang benar kemarin ada kejadian seperti itu , Cuma sudah diproses, sekarang tinggal atasan. Kalau untuk menanggapi permasalahan itu, jelas kaget, saya pikir dengan nilai begitu besar dari 35 Paket yang sudah dikerjakan , tapi hanya enam Paket bermasalah ungkap (Z).
Lanjutnya, Informasi ini saya dapat dari bagian keuangan, bertanya’’ betul tidak ada pekerjaan paket masuk, sementara sudah ditanda tangani’’,merasa tidak pernah tanda tangan, saya sebutkan ke mereka pending dulu. Dengan kejadian tersebut dari dinas ini saja , ada 15 pegawai yang diperiksa Inspektorat kata (Z).
Saat Inisial (M) dikonfirmasi wartawan diruangan kerjanya 12/04/2022, untuk kebutuhan verifikasi sudah menjadi kebiasan, dan saya sudah tekankan melarang keras meniru,menjiplak tanda tangan seseorang tanpa seijin yang bersangkutan, bukan proses pencairan tapi verifikasi jawab (M) dihadapan wartawan. Selain itu tambahnya, mengapa hal ini dipercepat karena desakkan masyarakat, petani mulai bulan Januari sudah mengelolah lahan disemua kabupaten termasuk dikewangan kami, dalam hal ini petani butuh air saat pengelolahan, jika endapan disaluran masih tinggi air tidak bisa masuk kemungkinan kecil saja air yang masuk.
Pekerjaan dipihak ketigakan, tapi yang bekerja siapa’, itu bukan padat karya karena di DPA berbunyi paket, mengapa kami tekankan ke rekanan semua berlabel partisipatif, berfungsi untuk masyarakat sekitar,tidak mungkin orang yang mampu menggali saluran kata (M) Tim.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed