oleh

Ancam Wartawan Bakar Hidup-Hidup, Oknum Sekdes Ambil Ponsel.

MC-Mojokerto, Awak Media diserang sekitar sepuluh pekerja, diancam dibakar hidup-hidup, ponsel dirampas oleh oknum Sekdes, perintahkan hapus data dokumentasi. Dengan kejadian tersebut awak media ketakutan, pasalnya salah satu pekerja membawa gunting besi baja serta menyerahkan ponsel tersebut ke oknum Sekdes.

kehadiran awak media ditempat kejadian itu, berdasarkan laporan dari warga setempat ada limbah yang dibakar.

sisa pembakaran

Sudah tiga hari ini masyarakat Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto di resahkan oleh adanya pembakaran kawat yang bercampur plastik di lokasi gudang di duga milik H.Ichsan.

Pada Rabu (10/08/2022), sekira pukul 08.36 WIB,awak media menerima kiriman 2 (dua) vidio dengan durasi 0 menit 43 detik dan 1 menit 22 detik dari salah satu warga Desa Bangun terkait adanya pembakaran di duga limbah B3.

aktivitas pembakaran

Sore hari pada tanggal yang sama sekira pukul 16.00 WIB, awak media melakukan investigasi ke lokasi yang di duga gudang tempat membakar kawat yang bercampur plastik tersebut, awak media berusaha menggalih informasi pada warga sekitar, namun tidak mendapatkan informasi karena dari mimik wajah, warga tersebut seperti ketakutan untuk memberikan informasi yang di minta awak media.

Tidak lama awak media menelusuri pergudangan yang di duga di jadikan tempat pembakaran tersebut yang masih mengeluarkan asap dan terlihat masih ada bara api di tumpukan kawat tersebut.

Pada Jum’at (12/08/2022) sekira pukul 07.45 WIB, awak media melakukan investigasi lagi, kali ini terlihat ada beberapa pekerja yang mayoritas adalah warga Desa Bangun. Setelah awak media mengambil dokumentasi, beberapa pekerja keluar gudang dan menanyakan apakah betul mengambil foto.

Seketika para pekerja meminta dokumentasi yang di ambil awak media agar di hapus, dan salah satu pekerja mengucapkan kata-kata ancaman, (tak kepruk iki kon ko nek gak mok hapus fotone,iki urusan weteng cak,kon iso ngingoni wong-wong iku ta),’tak hantam pake gunting baja ini kamu kalau gak mau hapus fotonya,ini urusan perut mas,apa kamu bisa menghidupi mereka’, bahkan ada juga yang memprovokasi agar motor yang di gunakan awak media untuk di bakar.

Pada kondisi yang kurang menguntungkan awak media ini, datang laki-laki yang belakangan di ketahui adalah Sekertaris Desa Bangun, dia meminta pada awak media agar menghapus foto-foto hasil dokumentasi tersebut, awak mediapun menuruti permintaan Sekdes tersebut untuk menghapus dokumentasi hasil investigasi, namun setelah tahu bahwa foto-foto tersebut sudah hapus, Sekdes tersebut meminjam Hand Phone awak media dan mengahapusnya lagi di galeri “foto baru di hapus”, sehingga tidak ada dokumentasi satupun yang tersisa.

Bahkan, H.Ichsan, yang juga merupakan mantan Kepala Desa Bangun dan juga pernah menjabat sebagai Sekertaris Desa Bangun,di duga pemilik pergudangan tersebut sempat berhenti dan mau ikut merampas HP milik awak media, sekaligus mengeluarkan kata-kata ancaman, “untung sampean gk di obong karo wong-wong, iki urusan weteng mas,coba sampean melbu ng dusun kali tengah, pasti di obong urip-urip sampean”, beruntung anda tidak di bakar sama pekerja, ini urusan perut mas, coba anda masuk dusun Kali Tengah, pasti di bakar hidup-hidup anda. Di ikuti teriakan pekerja perempuan memprovokasi dengan ancaman kalau kesini lagi di bakar hidup-hidup aja di masukkan di tengah bara api pembakaran.

Wiwid (Wartawan)

Kejadian ini sangat di sayangkan, seorang jurnalis yang bertugas adalah orang-orang yang bekerja mencari,data dan informasi sesuai fakta untuk di jadikan berita dengan di lindungi oleh Undang-Undang Pers no 40 tahun 1999,yang mana salah satu pasalnya menyebutkan ‘barang siapa menghalang-halangi tugas jurnalistik, maka di ancam pidana kurungan 2 tahun dan denda sebesar-besarnya Rp.500.000.000, – (lima ratus juta rupiah).(Wied).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed