oleh

FKDM Temui Direktur PT. Mertex, Tanggapi Keluhan Warga

-Berita, Daerah-258 views

MC-Mojokerto – PT. Mermaid Textile Industry Indonesia (PT.Mertex) yang di dirikan sejak tahun 1972, dan peresmiannya di hadiri oleh Presiden Soeharto pada tahun 1975 ini, memproduksi bahan mentah kain untuk kebutuhan lokal maupun Exsport.

PT.Mertex yang sudah tersertifikasi ISO 9001 dan ISO 14001 pada tahun 2004 yang lalu, kini menjadi perbincangan warga seputaran Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto tepatnya warga penghuni perumahan Platinum, sejak 2 bulan yang lalu, di duga limbah B3 hasil sisa produksi PT.Mertex berupa cairan yang di tampung di kolam pengolahan limbah, mengeluarkan bau yang tidak sedap, bau ini mirip bau cuka dan bau bangkai, sehingga bisa menyebabkan sesak nafas.

Hal senada di tuturkan salah satu penghuni perumahan Platinum dan kordinator keamananan perumahan Platinum, Teguh, memang tidak setiap hari bau itu ada mas, tapi sangat mengganggu penciuman kita yang kebetulan berdekatan langsung dengan pabrik, apalagi jika angin mengarah ke timur, bau ini sangat mengganggu dan membuat nafas sesak jika terlalu sering kita hirup.

Pada Rabu, (24/8/2022) perwakilan warga Platinum yang di wakili oleh kordinator keamanan dan 4 orang warga dari tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta di dampingi oleh anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Mojoanyar, Bapak Gani, mendatangi dan bertemu langsung dengan bapak Aries selaku Direktur PT.Mertex.

Setelah menyampaikan keluhan warga sekaligus permintaan warga pada PT.Mertex yang di wakili oleh Teguh, pihak perusahaan dalam hal ini Direktur PT.Mertex, Aries langsung menjawab apa yang menjadi keluhan dan permohonan warga di seputaran perusahaan, Aries menyampaikan bahwa, “terkait bau tidak sedap yang belakangan di keluhkan oleh warga, bisa jadi itu adalah amoniak, karena limbah cair kami kebanyakan adalah zat pewarna pakaian, tapi inipun sebetulnya masih di bawah standar baku mutu yang di tetapkan oleh pemerintah”.

Untuk permasalahan bau tak sedap ini akan kita kordinasikan pada bagian yang membidangi terkait pengolahan limbah, mungkin bisa jadi ada satu proses yang terlewati sehingga muncul bau ini, secepatnya akan kita tangani agar warga tidak berkeluh kesah lagi terkait bau tak sedap ini, kemudian untuk permohonan warga agar pemuda atau warga dari Desa Lengkong bisa di ikut sertakan dalam konteks pekerjaan yang tidak membutuhkan skill kusus, insyallah nanti akan kita tampung tapi dengan catatan harus mengikuti SOP yang ada di perusahaan.tutup Aries. (SAG).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed