oleh

Telan Anggaran 11Juta, Mangkrak Seperti Rumah Hantu

-Berita, Daerah-80 views

MC-Mojokerto , Program padat karya dari Kementrian PUPR,merupakan salah satu program dari pemerintah pusat dalam rangka Percepatan Ekonomi Nasional (PEN) pasca pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan sendi-sendi perekonomian di seluruh dunia.

Banyak masyarakat penerima manfaat dari program ini, namun tidak semua program terlihat bisa terlaksana secara baik di lapangan, hal ini di sebabkan karena banyaknya faktor yang membuat program ini tidak terserap secara maksimal seperti disebutkan warga setempat.

Pada Selasa,(23/8/2022) awak media menelusuri Desa Kedunggede Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto Jawa Timur yang mempunyai 8 Dusun di wilayahnya, awak media menemukan salah satu bangunan Sanitasi Perdesaan yang tidak terselesaikan dengan baik, sehingga, bangunan ini mirip “Rumah Hantu”.

Bangunan Sanitasi Perdesaan yang di temukan awak media, berlokasi di Jl.Tribuana Tungga Dewi GG III Dusun Ngegod Desa Kedunggede Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, tepat di tanah pekarangan milik Ibu ‘H’, sayang ketika akan di konfirmasi awak media, rumah pemilik lahan sedang tertutup dan hanya terlihat beberapa tetangga yang mengintip kedatangan awak media melalui bilik jendela.

Di tuntun salah satu warga RT 02,RW 01 Dusun Ngegod inisial J, awak media di tunjukkan 5 lokasi bangunan Sanitasi Perdesaan T.A 2021 dari PUPR Provinsi Jawa Timur yang di kerjakan sekitar bulan Oktober 2021,tanpa alas kaki dengan kondisi aspal jalan yang panas, ibu paruh baya ini sangat bersemangat menunjukkan satu persatu bangunan yang menjadi pertanyaan awak media.

Saat awak media melakukan konfirmasi pada salah satu Kepala Dusun (Kasun) di desa tersebut,sang Kasun membenarkan, di dusunnya sendiri harusnya untuk program tersebut mendapatkan 6 titik, namun hanya terealisasi 5 titik saja.

Lanjut Kasun, saya dulu dengar total anggaran yang di serap untuk pembangunan Sanitasi Perdesaan yang ada di Desa Kedunggede ini kalau gak salah ±Rp.450.000.000, – (empat ratus lima puluh juta rupiah) untuk 8 dusun, jadi kalau bisa di hitung secara kasat mata, jika masing-masing dusun terealisasi 5 titik, berarti sudah bisa di kalkukasi tiap titip bangunan Sanitasi Perdesaan tersebut menelan anggaran ± 11 juta lebih.

Awak media mencoba mengklarifikasi temuan tersebut pada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang bernama Mukhlisin, namun awak media kesulitan menemuinya, lanjut kami pun mencoba mengklarifikasi pada Sekertaris Desa Kedunggede melalui pesan singkat nomor Whatsapp pribadi 08233509xxxx namun tidak mendapatkan jawaban juga, padahal Whatsapp orang nomor dua di Desa Kedunggede tersebut terlihat online.

Hingga berita ini di turunkan, dari pihak TPK maupun dari pihak Desa belum bisa di klarifikasi secara langsung.(wied).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed