oleh

Warga Pertanyakan Perda Banggai Nomor 3 Tahun 2014( Tentang Tanggung Jawab Sosial Dan Lingkungan), Dijawab Ketua DPRD Pembaca Tidak Paham.

-Berita, Daerah-152 views

MC-Banggai, . Exploitasi SDA ( Sumber Daya Alam ) Migas Dari Tahun 2016 Hingga Saat Ini Masih Beroperasi, Masyarakat Banggai Tidak Mengetahui Jumlah persentase Penerimaan Dana TJSL ( Tanggung Jawab Sosial Lingkungan ) & PKBL ( Program Kemitraan Bina Lingkungan ) Migas Yang Diserap Oleh PEMDA Tiap Tahunnya. Hal Ini Di Ungkapkan Oleh Dedy Irmansyah Salah Satu Pemuda Adat Di Desa Saluan, Desa Tertua Sedataran Toili kecamatan Moilong Kabupaten Bangga.
“Pasalnya SDA ( Sumber Daya Alam ) HULU Kita Dikeruk Habis – Habisan, Kami Masyarakat Adat, Masyarakat Lingkar Tambang pun Tak Dapat Sentuhan, PERDA TJSL dan PKBL Yang Di Buatpun, Pasal Demi Pasalnya Tidak Menyebutkan Minimal persentase Dana Penerimaan Pemda Yang Di Kelola Tiap Tahunnya, Legislatif Sebagai Legislator Sebenarnya Ingat Rakyat Atau Tidak, Ko” Buat Perda Samar – Samar” sebut Dedy Irmansyah 25/08/2022 dihadapan wartawan
Suprapto menjabat sebagai Ketua DPRD Banggai menyampaikan Melalui Whatsapp 085211117xxx hari ini kamis 25/8/2022, ‘ Setiap Perda Itu Diturunkan Dari UU Dan PP Secara Hirarki Perundang Undangan Tidak Bertentangan, Tetapi Saling Menguatkan Secara Implementatif Pelaksanaanya, setiap perda sebelum masuk lembar daerah dan sahkan dipastikan telah dikonsultasikan dengan Biro Hukum Provinsi sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah.
Lanjut pesannya, Artinya bahwa setiap Perda yang di keluarkan itu memiliki dasar secara yuridis, filosofis bahkan sosiologi hukum dan dapat dilaksanakan sebagaimana kepentingannya. Kalaupun Perda Ini Tidak Menyebutkan Angka, Maka Baca Klausul Yang Menyebutkan, Bahwa Besaran Itu Di Atur Berdasarkan Laba Sebagai Hasil Dari Keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). Kemudian Masuk Sebagi Pendapatan Dan Menjadi Bagian Potensi Dan Proyeksi Pendapatan dalam Dokumen APBD. “Jadi kalau ada yang mengatakan bahwa PERDA Tersebut mandul Karna tidak menyebutkan besaran itu, disebabkan pembacanya tidak paham, membaca Perda karna mungkin biasa membaca komik” dalam pesan whatshap Suprapto.
Hal ini mendapatkan Tanggapan dari Harry Siswanto, Salah Satu Pengurus A2K3 Nasional, Melalui Whatsapp 081340178xxx pesan Menyebutkan Bahwa PERDA Banggai no 3 tahun 2014, Menurut Hemat Saya, Perlu Di Bahas Lagi Antara DPRD Banggai Dan Pemerintah Daerah Banggai, Apa Tujuan Waktu Perda Itu Dibuat, Apakah Sudah Memenuhi Keingginan Yang Dikehendaki Dari Tujuannya”. Dalam pesan singkatnya. (Samsul Arif A.Md Farm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed