oleh

Hadapi Ancaman Gagal Panen, Warga Desa, Desak Pemerintah Bersikap Tegas Soal Penyebabnya.

-Berita, Daerah-138 views
Foto; Arif Samsul. desa Rusa Kencana Kec.Toili

MC-Banggai, Warga masyarakat yang memiliki perkebunan dan persawahan di kabupaten Banggai, dibeberapa kecamatan seperti, Toili Barat, Toili, Moilong, Batui Selatan dan Batui, memiliki pengeluhan berbeda tentang keadaan usaha pertanian, yang mana akan menghadapi ancaman gagal panen.
Kepala desa Rusa kencana, Mujianto+62 851-5508-8XXX menyampaikan dalam pesannya whatshap pada jum’at hari ini 2/9/2022, menjadi keluhan dari para petani untuk desanya adalah matrial pasir dan batu masuk areal persawahan, sehingga dapat menganggu usaha pertanian diwilayah desanya. Dari pernyataan tersebut diduga diakibatkan adanya Perusahaan beroperasi diwilayah kabupaten Banggai memiliki Pipa saluran utama Gas (TrunklinePipeline) dari Donggi Sampai Matindok melewati sawah kebun warga dari lima Kecamatan, berdasarkan keterangan dari Pemerintah desa dan warganya..


Menyebutkan secara lisan dihadapan awak Media “Kejadian Ini Sudah Berlangsung Lama Sejak Penanaman Saluran Utama Pipa Gas dari Tahun 2016, Tiap Tahunnya Warga Kami Selalu Kawatir Terancam Gagal Panen. Kami Pihak Pemerintah Desa Berharap Kepada Semua Jajaran Pemda, Bertindak Tegas Kepada Pihak Perusahaan Untuk Menyelesaikan Persoalan Ini Secepat Mungkin” tegas Kades.
Pada Intinya Kepala Desa tersebut Meminta ke Perusahaan yang dimaksud, Mengganti Aramco( gorong” Yang Di Buat ) menjadi Jembatan, diduga Aramco Itu Penghalang Terusan Air Pembuangan Sehingga Banjirnya Meluap, Merusak Lingkungan Sekitar, Karena Debit Airnya Sangat Besar, Lubang pembuangannya Kecil

Foto keadaan didesa Mekar Kencana


Hal Senada Di Ungkapkan Oleh Kades Mekar Kencana, Kec.Toili, I Made Adnyana Sering Mendapatkan Keluhan Warganya Yang Tiap Tahun Terancam Gagal Panen. “Pasalnya Sebelum Penanaman Pipanisasi Gas Ini, Sederas Hujan Dan Sebesar Apappun Volume Air Yang Datang, Satu Hari Air Banjir Cepat Kering, Karena Sungai Pembuangan Kami Normal, Air Banjir Tergenang 4 Sampai 5 Hari Di Lahan Sawah atau Kebun Warga Kami, Padi Masih Kecil Di Makan Ikan, Padi Siap Panen Busuk Terendam Air, Kami Sebagai Pemerintah Desa Sudah Hilang Akal Mau Menuntut Kemana” Pungkasnya ( 26 Agustus 2022 ).( Samsul Arif)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed