oleh

Polda Jatim Amankan Kerugian Negara 16,8 Milyar Dari Mafia BBM.

-Berita-33 views

MC, Surabaya- Polda Jatim menggelar pers rilis penanganan tindak pidana minyak dan gas bumi periode bulan Januari sampai dengan September 2022.


Acara yang digelar 6 September 2022 tersebut merupakan tangkapan dari Ditreskrimsus Polda Jatim , DitPolairud Polda Jatim dan Satreskrim Polres jajaran.

Dari periode Januari sampai dengan September 2022, Polda Jatim berhasil mengungkap 62 kasus dengan mengamankan barang bukti antara lain

Adapun BB atau barang bukti untuk LPG antara lain LPG 50 kg isi sebanyak 11 buah, kemudian air putih 3 kg kosong sebanyak 21 buah, LPG 3 kg isi sebanyak 540 buah, kemudian tabung LPG portable dengan masing-masing besaran 230 gram sebanyak 357 buah, Ada karet kecil sebanyak satu kantong plastik segel plastik kemudian alat pemindah, elpiji ada 30 buah kemudian kendaraan roda empat 6 unit, 1 unit truk dan uang lebih kurang sebesar Rp. 2.015.000

Kombespol Farman Dirreskrimsus Polda Jatim mengatakan bahwa modus operasi yang dilakukan oleh para pelaku ini antara lain yakni penyalahgunaan pengangkutan dan Niaga BBM solar subsidi dengan cara kendaraan dimodifikasi sedemikian rupa, hal tersebut untuk memberi BBM solar subsidi dan kemudian dijual dengan harga industri.

“Terkait dengan elpiji jadi dari tabung LPG 3 kg ini kemudian dipindahkan ke tabung baik ke tabung Yang 12 kilo maupun ke tabung yang 50 kilo untuk dijual dengan harga pasaran”. Terang Kombespol Farman

Direskrimsus juga telah melakukan tindakan antara melengkapi administrasi penyidikan. “Kita juga sudah memeriksa saksi-saksi, juga kita sudah memeriksa para tersangka, ahli dan menyita barang bukti dan tentunya kita juga sudah melakukan gelar perkara”. Lanjutnya

Estimasi kerugian negara terkait penyalahgunaan BBM subsidi ini antara lain untuk solar itu kita ada 67.000 liter diperkirakan seminggu tiga kali kerja
rata-rata pelaku usaha sudah melakukan operasi lebih dari 3 bulan Jadi kalau 67.000 dikali dengan 12 sehingga perbulan itu lebih kurang ada 804.000 liter yang disalahgunakan

“Kalo rata rata beroprasi 3 bulan maka ada 2.412.000 liter yang di salahgunakan.
estimasi 12rb sampai. sedangkan harga solar Subsidi 5500. diperkirakan kerugian negara berkisar 16,8 Milyar”. Beber Kombespol Farman.

Seperti kronologis kasus yang dilakukan penangkapan oleh penyidik Polres Tanjung Perak. Kasat Reskrim Polres KP3 AKP Arif memberikan keterangannya kepada para awak media bahwa Pelaku yang keluar dari depo BBM masih dalam proses penyelidikan mencoba untuk membelokkan arah tujuan truk tersebut yang tidak sesuai dengan tujuan.

“2 tangki tersebut sudah mendapatkan DO itu membelokkan tangki tidak sesuai dengan tujuan aslinya. ditandon disuatu tempat wilayah surabaya. Ada 6 tersangka yang diamankan. pertalite yang dikencingkan di suatu tempat”. AKP Arief

para tersangka terancam undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman sama yaitu penjara 6 tahun dan denda paling tinggi 60 miliar Adapun barang bukti yang sudah kita sudah terkait

Direskrimsus Kombespol Farman memberikan menyampaikan pesan kepada masyarakat maupun lagu usaha dimohon kami diberikan informasi bilamana ditemukan adanya penyimpangan terhadap distribusi ataupun penyalahgunaan BBM subsidi maupun elpiji yang ada di sekitar dan memberikan warning pada pelaku usaha agar tidak bermain-main dengan BBM subsidi, mengingat kebijakan pemerintah sudah jelas bahwa pelaku usaha sebaiknya menggunakan BBM industri sebagaimana yang sudah ditentukan oleh aturan pemerintah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed