oleh

Penguatan Moderasi Beragama , Kemenag Kanwil Jatim Gelar Orientasi.

-Berita-26 views

MC, Surabaya- Kementerian Agama Jawa Timur Menggelar Diskusi kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama di Hotel Platinum Surabaya pada 12-13 September 2022.

Acara tersebut merupakan program prioritas Kementerian Agama yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020 – 2024.

Dalam RPJMN tersebut, terdapat empat indikator Moderasi Beragama (MB), yaitu komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan ramah tradisi. Melalui program prioritas Kementerian Agama, tahun 2022 dicanangkan menjadi tahun toleransi, tentu ini menjadi tonggak komitmen untuk menjaga persatuan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Hubungan Organisasi Kemayarakatan, Sosial Keagamaan, dan Moderasi Beragama, Isfah Abidal Aziz dalam kegiatan Orientasi Pelopor Penguatan Moderasi Beragama Jawa Timur, Selasa (13/9).

Gus Alex, sapaan akrab Stafsus Menag ini menuturkan setidaknya ada tiga tantangan yang harus dihadapi dalam proses penguatan MB. Pertama, berkembangnya pemahamaan dan pengamalan keagamaan yang berlebihan, melampaui batas, dan ekstrem, sehingga malah bertolak belakang dengan esensi ajaran agama yang menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

“Esensi ajaran agama adalah memanusiakan manusia. Hakikatnya, agama mendorong kemaslahatan manusia. Jadi kita harus mendorong terwujudnya cara pandang yang menjunjung martabat manusia,” jelas Gus Alex melalui ruang zoom meeting.

Tantangan kedua, lanjut pria asal Kota Jombang adalah munculnya klaim kebenaran Subjektif atas tafsir agama karena faktor kepentingan ekonomi politik. Menurutnya, ada sebagian orang yang merasa paham tafsir keagamaannya sajalah yang paling benar, lalu memaksa orang lain yang berbeda untuk mengikuti pahamnya, bahkan bila perlu dengan menggunakan cara paksaan dan kekerasan.

Ia mencontohkan, karena adanya perbedaan pilihan politik, ada sebagian orang yang mengklaim pihak lain yang berseberangan pilihan politiknya merupakan sebuah kesalahan dengan mengatasnamakan agama, sehingga memunculkan permusuhan dan disintegrasi.

Gus Alex juga mengatakan akan mendorong hal tersebut agar bisa terwujud masyarakat yang cerdas dan paham akan tafsir keagamaan serta tidak terpaku pada satu cara pandang saja.

Tantangan ketiga, menguatnya pemahaman yang justru merongrong atau mengancam, bahkan merusak ikatan kebangsaaan. Gus Alex lantas mencontohkan adanya sebagian orang yang mengatakan bahwa istilah nasionalisme tidak ada dalam ajaran agama Islam, mengharamkan hormat bendera, mengkafirkan orang yang menyanyikan lagu Indonesia Raya.

“Perlu kita bangun keselarasan hak beragama dengan semangat berbangsa dan bernegara ditengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Stafsus, MB harus terus didengungkan dan diberikan pemahaman yang utuh kepada umat beragama. Jangankan masyarakat secara umum, tapi juga terdapat ASN yang belum memiliki pemahaman yang utuh terkait MB sebagai jalan tengah dan moderat dalam menjalankan praktik keagamaan.

Setidaknya terdapat empat indikator untuk mengukur kinerja penguatan MB, yakni Komitmen kebangsaan pada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUN 1945 yang diakronimkan dalam kata PBNU. Toleransi , bagaimana umat saling menghormati pebedaan yang ada, memberi ruang bagi orang lain dalam mengekspresikan kepercayaannya.

Toleransi dibangun oleh adanya fakta dan keniscayaan bahwa kita diciptakan berbeda, sehingga diperlukan saling menghormati setiap perbedaan yang ada.
Anti kekerasan, dengan menghoindari sikap-sikap yang berpotensi menimbulkan kekerasan.

Penerimaan dan penghargaan terhadap tradisi selama tidak bertentangan dengan prinsip agama. Lebih lanjut Gus Alex menegaskan bahwa MB bukanlah deradikalisasi. Kebijakan penguatan MB diarahkan pada upaya membentuk SDM Indonesia yang berpegang teguh dengan nilai dan esensi ajaran agama, berorientasi menciptakan kemaslahatan umum, dan menjunjung tinggi komitmen kebangsaan. (Kemenag Jatim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed