oleh

Lounching Dan Sosialisasi Inovasi Kesehatan Di Seluruh Sekolah

-Berita, Daerah-67 views

MC-UPTD Puskesmas Lambunu 2 Melaksanakan Kegiatan Lounching dan Sosialisasi Inovasi Kesehatan di 19 Sekolah SD/MI Sederajat.

Pada Hari Kamis, 22/09/2022, Pukul 09.00 -10.30 Wita Bertempat di SD Inpres 2 Lambunu Kec. Bolano Lambunu. Acara ini dihadiri oleh Pemilik Kantin dan Seluruh Dewan Guru dan Kepala sekolah, Dokter Umum,: dr. Ni Made Lisnawati Apoteker : apt. Stevani Riska P, S.Farm Pengelolah Program UKS UPTD Puskesmas Lambunu 2 : Nur Hikmah, S.Tr.Keb.
Agenda pada kegiatan ini adalah Paparan dan Sosialisasi 2 (Dua) Model Inovasi Kesehatan Di Sekolah SD yang disampaikan oleh Kepala UPTD Puskesmas Lambunu 2 Wawan Akibu, S.Kep.,Ns. Yaitu KANTOR BUGAR (Kawasan Tanpa Rokok, Berikan Udara Segar) dan CERMIN MAYA HIJABER’S (Cermati Minuman dan Makanan Berbahaya dan Hindari Jajanan Beresiko Di Sekolah).
Sebelum sosialisasi tersebut dilakukan, Kepala Puskesmas bersama tim melakukan inspeksi ke kantin sekolah yang terindikasi menjual sebagain jajanan yang kurang sehat dan juga penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Sekolah.

Pada inovasi pertama tentunya mengarahkan pada KTR/ABR (Area Bebas Rokok) sebagaimana diamanatkan dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009; Pasal 202 dan Peraturan Bupati Parigi Moutong No. 2 Tahun 2015, Pasal 2 Meliputi : Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Tempat Proses Belajar Mengajar, Tempat Bermain Anak, Tempat Ibadah, Angkutan Umum, Tempat Kerja/Kantor, Tempat Tempat Umum dan Lainnya Seperti : Hotel, Restauran, Rumah Makan, Jasa Boga, Tempat Wisata dan Sarana/ Fasilitas Olah Raga.
Untuk Inovasi KTR ini lebih difokuskan di Kawasan Fasyankes, Tempat Kerja / Kantor Instansi, dan Sekolah, untuk menggalangkan komitmen dan indikator pencapaian keberhasilan KTR di seluruh kantor/instansi milik pemerintah.
Dan Penerapan KTR disekolah ini pula bertujuan agar dapat menghindari dari siswa / peserta didik dalam upaya meniru/mencoba belajar merokok bagi mereka yang masih di usia dini, tambahnya…

Sementara pada inovasi kedua lebih menekankan pada dampak/bahaya minuman dan makanan jajanan yang beresiko dan merugikan kesehatan khususnya pada Anak Sekolah ditingkat SD/MI Sederajat.
Di balik rasa yang enak dan warna yang menggoda bagi anak, ternyata ada sejumlah bahan berbahaya dan beresiko dalam kandungan jajanan anak di sekolah. Bila terus-menerus dikonsumsi dalam waktu lama dan jumlahnya banyak, maka bahan berbahaya itu akan terakumulasi di dalam tubuh anak.

Kandungan bahan – termasuk yang terindikasi membahayakan dalam jajanan anak sekolah tersebut terkadang bisa dideteksi dari label makanan yang biasanya tertera pada kotak kemasan makanan dan minuman. Namun ada pula produk jajanan lainnya yang tidak mencantumkan nama bahan dalam makanan tersebut.

Oleh karena itu perlu kejelian orang tua dan pemilik kantin sekolah termasuk pihak guru untuk bisa memilihkan dan menjual jajanan yang aman dan sehat untuk anak usia sekolah.

Beberapa jenis bahan jajanan yang dimaksud itu, antara lain:

1. Timbal
Jejak timbal kerap ditemukan dalam es atau jus buah campuran. Bahayanya, timbal dapat menyebabkan masalah perilaku seperti hiperaktif dan kurangnya konsentrasi. Bahkan, timbal juga bisa menurunkan tingkat IQ anak.

2. Gula
Jajanan anak yang banyak mengandung gula adalah makanan seperti kue, es krim, dan minuman manis lainnya.

3. Lemak Padat
Jajanan Lemak padat (biasanya ditemukan dalam mentega atau jajanan berlemak lainnya) dapat membahayakan kesehatan anak di masa depan.

4. Sirup jagung fruktosa tinggi

Sirup jagung fruktosa tinggi dapat membuat anak Anda obesitas dan meningkatkan risiko penyakit diabetes.

5. Pewarna Artifisial
Meskipun pewarna buatan disetujui penggunaannya, tapi bila dikonsumsi terlalu sering dan banyak bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Misalnya, perilaku maladaptif pada anak-anak, alergi sindrom iritasi usus, migrain, hingga kanker.

6. Pemanis Buatan
Makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan dapat membuat anak terkena gangguan pencernaan, seperti kembung, diare, dan sakit perut. Selain itu, pemanis buatan juga dapat mengganggu mikrobiota usus, meningkatkan risiko usus bocor, serta menurunkan sistem kekebalan tubuh.

7. Sodium
Jajanan anak memang kerap mengandung kadar sodium yang tinggi. Padahal, semakin banyak sodium yang berada di dalam tubuh, risiko anak untuk terkena masalah tekanan darah di kemudian hari juga semakin tinggi.

8. Nitrit
Sodium nitrat dan natrium nitrit adalah bahan pengawet yang ditemukan dalam daging olahan, seperti sosis. Meski dapat melindungi daging dari pertumbuhan bakteri, bila dipanaskan, bahan itu dapat berubah menjadi nitrosamin yang berbahaya bagi kesehatan.

9. MSG
Makanan ber-MSG alias micin memang terasa gurih. MSG yg Adapun terlalu tinggi dan banyak dikonsumsi maka dapat menimbulkan gejala antara lain sakit kepala, mual muntah, jantung terasa berdebar, sesak napas, berkeringat, lemas, kebas, hingga ada pembengkakan pada wajah atau bibir. Imbuhnya.

Ke 9 (sembilan) bahan berbahaya dalam jajanan anak di atas sebenarnya tidak akan langsung berdampak buruk jika tidak dikonsumsi terlalu sering dan banyak. Pasalnya, hampir sebagian besar jajanan anak mengandung bahan-bahan tersebut, sehingga sangat sulit untuk menghindarinya sama sekali.

Untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan, waspadai bermacam bahan berbahaya dalam jajanan anak. Pilihkan camilan untuk anak yang tidak mengandung bahan-bahan yang beberapa di antaranya disebutkan di atas. Akan lebih baik jika kantin sekolah bisa menyediakan makanan sehat buatan sendiri baik yang sudah memiliki kerja sama dengan pihak kesehatan dan pihak sekolah.
Bagi orang tua buatlah sajian semenarik dan selezat mungkin agar buah hati tak melulu tertarik jajan di luar. Tegasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed