oleh

PERDOSSI Gelar Rangkaian Acara “Bulan Peduli nyeri”, Adakan Seminar Edukasi Hingga Penelitian.

-Berita-19 views
wa

MC, Surabaya- Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) menggelar seminar Neurologi dengan tema “Sosialisasi Panduan Nyeri Kanker” pada Minggu 25 September 2022 di Hotel Santika Gubeng Surabaya.

Terdapat ratusan peserta dari profesi Dokter Saraf dari berbagai daerah, antara lain dokter saraf dari Surabaya, Bojonegoro, Sidoarjo, Jombang, Lamongan, Ponorogo, Bali, dll.

Hanik Badriyah Hidayati, selaku Konsultan Nyeri dan dokter saraf, mengatakan bahwa acara tersebut merupakan kegiatan salah satu kegiatan untuk menyemarakkan bulan peduli nyeri yang diperingati di seluruh dunia setiap bulan September di setiap tahunnya.

Perdossi menggelar banyak rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan bulan peduli nyeri. Kegiatan ini merupakan kerja sama pokdi nyeri perdossi pusat maupun cabang yang didukung oleh ketua perdossi pusat dan cabang. Para ketua pokdi nyeri cabang, yang jumlahnya lebih dari 20 pokdi nyeri cabang Perdossi, bergerak bersama-sama memeriahkan acara bulan peduli nyeri.

“Secara kegiatan, bulan peduli nyeri diperingati dengan cara melakukan berbagai macam acara seperti pendidikan , penelitian dan pengabdian masyarakat dengan tema nyeri. Dalam minggu ini saya, dr Devi, dr. Isti melakukan pengabdian masyarakat di RSUD Dokter Soetomo, melakukan edukasi kepada para pasien poli saraf yang sedang menunggu antrian. Para pasien diberikan edukasi tentang pemyakit dengan keluhan nyeri” kata Hanik.

Dr. Hanik Konsultan Nyeri dan dokter saraf,

“Pada acara hari ini saya membawakan materi tentang peran Pregabalin. Pregabalin bisa digunakan sebagai obat nyeri untuk nyeri neuropatik yang terkait kanker. Pemateri lain membawakan materi sesuai dengan tema yang dibawakan” lanjutnya.

“Tujuan edukasi kepada masyarakat di bulan peduli nyeri ini supaya kualitas hidup pasien meningkat, nyerinya menurun, dan meningkatkan fungsional pasien. Misalnya: pada pasien yang merasa nyeri saat berjalan, nah bagaimana caranya supaya tetap bisa melakukan aktivitas sehari-hari” terang Hanik.

Menurut Hanik, jika seseorang mengalami nyeri dilakukan adalah tidak harus selalu hanya melulu menggunakan obat. Ada beberapa saran dari Dokter ahli saraf tersebut, yang juga merupakan dosen di fakultas kedokteran universitas Airlangga dan dokter saraf di RSUD Dr.Soetomo, yang bisa dilakukan oleh si pasien.

“Misalnya pada nyeri lutut, pasien bisa memulai dengan menurunkan berat badan dengan mulai melakukan diet mengatur pola makannya. Selain menurunkan berat badan, olah raga seperti bersepeda bisa membantumenguatkan otot paha pada orang dengan radang sendi lutut. Olah raga lain yang bisa dilakukan untuk pasien dengan radang sendi lutut adalah dengan melakukan yoga” . Terang Dr. Hanik

“Jadi mengontrol makanan dan olahraga merupakan bentuk atau bagian dari tahapan pengobatan dalam menghilangkan nyeri” lanjut Hanik

Dokter Hanik kemudian melanjutkan keterangannya bahwa secara umum jika pasien mengalami nyeri, pasien bisa meminum obat-obatan analgesik sederhana. Analgesik sederhana antara lain obat non steroid anti inflammatory drugs (NSAID). obat seperti paracetamol, obat panas, juga bisa dipakai karena memiliki efek obat anti nyeri.

“Kemudian berikutnya, jika dirasa masih merasakan nyeri dengan langkah langkah di atas, pasien bisa berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat” lanjutnya.

“Nanti pasien bisa ke dokter. Dokter bisa memulai dengan pengobatan tunggal atau bisa memberikan kombinasi obat. Membuat kombinasi obat juga nggak gampang ya. Tergantung penyakitnya seperti apa. Pasien A tentu beda pengobatannya dengan pasien B. Misal pada pasien A dan B yang sama-sama menderita nyeri kanker, pasien A ada gangguan ginjal, sedangkan pasien B tidak, maka obat-obat yang dipilih tentu berbeda, minimal beda dosisnya. Itu baru dosis. Belum kombinasi. Cara pemberian obat bagaimana dan usianya pasien berapa juga menjadi perhatian tersendiri bagi dokter demi keamanan pasien, agar terhindar dari efek samping obat. Semua ada aturannya, jadi nggak asal jika ada sakit A maka obatnya X”. terang Hanik.

“Jadi nggak gampang memilih obat, mengatur dosis dan membuat kombinasi obat. Nanti dokter bisa mengatur itu semua. Dengan kontrol ke dokter secara teratur akan bisa membantu dokter mencari dosis yang tepat berapa dan kombinasi terbaik seperti apa. Akan selalu ada evaluasi lanjutan saat kontrol tersebut” lanjutnya.

“Dan kalau nyeri pasien masih juga nggak hilang, pengobatan bisa dilanjutkan dengan injeksi. Injeksi bisa dilakukan dengan Ultrasound Guiding Injection dengan panduan alat USG, yang biasanya untuk lihat adik bayi (kandungan). Jarum supaya tepat , tempatnya di mana bisa dipandu dengan USG tersebut. Mau injeksi di otot lapisan yang mana (lapisan otot banyak), mau di sendi mana, atau perineural (dekat saraf), atau bahkan memblok srafnya, bisa dilakukan dengan panduan USG. Ini untuk pengobatan nyeri secara umum” terangnya.

Harapan dari dilaksanakannya rangkaian kegiatan bulan peduli nyeri ini adalah agar bisa membantu masyarakat untuk mendapatkan kualitas hidup yang baik. Masyarakat menghindari rasa nyeri, menurunkan nyeri yang ada atau bahkan bisa benas nyeri. Hal ini penting karena kalau nyeri tidak terkontrol akan bisa menyebabkan gangguan yang tidak diinginkan baik psikis maupun sosial.

“Seperti misalnya nyeri neuropatik. Ini nyeri yang paling ditakuti, rasa panas, rasa bakar, rasa tajam seperti disilet-silet, rasa tersengat listrik, dll rasa tidak enak akan biaa menurunkan kualitas hidup pasien, pasien menjadi mudah marah, bahkan disebutkan bisa menyebabkan percobaan bunuh diri karena rasa nyerinya ini” lanjutnya.

Rangkaian bulan peduli nyeri ini serentak dilakukan oleh para anggota perdossi, terutama pokdi nyeri, di seluruh Indonesia: Aceh, Medan, Bandar Lampung, Jakarta, Yogyakarta, Malang, Surabaya, Makassar, Pontianak, dll.

“Selain penyuluhan di rumah sakit-rumah sakit, juga dilakukan edukasi berupa marathon webinar untuk masyarakat luas selama 1 minggu penuh. Per harinya ada 3 materi nyeri yang dibawakan oleh 3 ketua pokdi nyeri cabang. Acara webinar marathon ini berlangsung dari tanggal 24 hingga 30 September 2022. Semoga acara ini bermanfaat bagi masyarakat luas. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Salam dari kami “Peduli Nyeri dengan Hati””. tutupnya.(adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed