oleh

Sambut Operasi Zebra Semeru Tahun 2022,Polres Madiun Lakukan Apel Gelar Pasukan

-Berita, Daerah-14 views

MC-Madiun, Diawali dengan kiriman doa bagi korban tragedi Kanjuruhan, Kapolres Madiun AKBP, Anton Prasetyo memimpin apel gelar pasukan gabungan dalam rangka kesiapan pelaksanakan Ops Zebra Semeru Tahun 2022 di wilayah hukum Polres Madiun.

Apel yang digelar di lapangan Tri Brata, Senin ( 3/10) dihadiri dari beberapa unsur, seperti TNI, Dishub, Satpol PP, BPBD, Jasa Raharja serta pejabat utama Polres Madiun.
Operasi Zebra Semeru tahun 2022 itu sendiri akan berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 3- 16 Oktober 2022 dan serentak berlaku di seluruh wilayah hukum Indonesia.

Dalam sambutan yang di
bacakan Kapolres Madiun, AKBP, Anton Prasetyo, Kapolda Jatim mengungkapkan bahwa salah satu permasalahan kompleks di bidang lalu lintas adalah keselamatan berlalu lintas yang erat kaitannya dengan kecelakaan lalu lintas dimana secara serius mempengaruhi stabilitas sosial dan ekonomi.

“Kecelakaan lalu lintas telah meningkat sejalan dengan peningkatan penggunaan kendaraan, perubahan gaya hidup, dan peningkatan perilaku beresiko di jalan raya,” ungkap Anton

Lebih lanjut Kapolres Madiun menambahkan jika provinsi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi terbesar di indonesia juga memiliki permasalahan yang kompleks bahkan angka kecelakaan cukup tinggi,.

“Di Jawa Timur angka kecelakaan dibandingkan pada periode yang sama tahun 2021 meningkat 70,23 % dengan korban dunia sebanyak 3.488 jiwa (naik 38,25 %), demikian juga dengan pelanggaran lalu lintas meningkat cukup tajam sebanyak 70 % dengan tilang sebanyak 308,181 kasus (naik 50,48 %)”, tambahnya.

Kapolres Madiun menjelaskan meningkatnya angka pelanggaran dan laka lantas tersebut tidak terlepas dari peningkatan mobilitas penduduk seiring dengan menurunnya angka penyebaran covid 19, di mana saat ini seluruh aspek kegiatan dapat dilaksanakan secara normal kembali.

“Meningkatnya angka pelanggaran dan laka lantas akibat menurunnya kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas, di mana selama pandemi covid 19 telah merubah perilaku masyarakat dalam berlalu lintas seiring dengan berkurangnya kehadiran anggota polantas di tengah masyarakat,” jelas AKBP Anton

Untuk meminimalisir permasalahan tersebut di atas serta meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas bagi masyarakat dalam uapya cipta kondisi kamseltibcarlantas menjelang natal 2022 dan tahun baru 2023 pasca pandemi covid 19, maka polda jawa timur beserta jajaran dengan dibantu oleh stakeholder terkait akan melaksanakan operasi kepolisian kewilayahan dengan sandi “zebra semeru 2022” dengan mengangkat tema ;
“tertib berlalu lintas guna mewujudkan kamseltibcarlantas yang presisi”.

” Diharapkan dengan pelaksanaan operasi zebra semeru 2022 tersebut dapat menekan angka fatalitas laka lantas dan menciptakan situasi kamseltibcarlantas di seluruh wilayah jawa timur khususnya di Kabupaten Madiun” ujarnya.

Dalam pelaksanaan operasi zebra ini terdapat 7 prioritas pelanggaran yang dapat dilakukan penindakan gakkum secara etle dan teguran langsung, diantaranya:
1, pengemudi atau pengendara ranmor yang menggunakan ponsel saat berkendara;

  1. pengemudi atau pengendara ranmor yang masih dibawah umur;
  2. pengemudi atau pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang;
  3. pengemudi atau pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm sni dan pengemudi atau pengendara mobil yang tidak menggunakan safety belt;
  4. pengemudi atau pengendara ranmor dalam pengaruh atau mengkonsumsi alkohol;
  5. pengemudi atau pengendara ranmor yang melawan arus;
  6. pengemudi atau pengendara ranmor yang melebihi batas kecepatan.

Diakhir sambutannya Kapolres Madiun memberikan penekanan dan pesan kepada seluruh anggota agar melaksanakan edukasi kamseltibcarlantas kepada masyarakat secara intens khususnya kepada kaum milenial sehingga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas;
serta kedepankan kegiatan preemtif dan preventif didukung pola kegiatan penegakan hukum lantas secara elektronik, teguran serta tidak diperbolehkan melaksanakan penegakan hukum lantas secara manual stationer; jaga kesehatan dan tingkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas.( Tt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed