oleh

Penentuan Lokasi (HPS) Sulawesi Tengah Jadi Gentayangan, Dua Kabupaten Keluarkan Anggaran Besar.

wa

MC-Sulteng, Sampai saat ini, lokasi untuk pelaksanaan memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS), menjadi bahan pertanyaan dari masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong. hal ini berdasarkan hasil konfirmasi berbagai sumber terkait.
Salah Satu Pejabat Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah mengungkapkan ke awak Media 7/10/2022, mulai dari pembatalan rapat persiapan pelaksanaan Hari Pangan Sedunia, yang digelar di Hotel di kota Palu, Rabu tanggal 7 September 2022 ditunda, dikarenakan dilaksanakan rapat kerja dengan komisi IV DPR RI pada tanggal 8 September 2022 sesuai dengan surat ederan.
Hingga di Bulan Oktober mendekati pelaksanaan hari Pangan Sedunia masih belum jelas, tidak bisa menjawab tentang kejelasan lokasi kegiatan ini, dan akan digelar dimana, berbagai pertanyaan yang datang, seperti dari dinas Kabupaten Tojo una-una menghubungi melalui telfonnya , terang salah satu pejabat Perkebunan Provinsi ke awak media.
Lanjutnya, kegiatan itu acaranya pusat, memang pertama yang expose Kabupaten Parigi Moutong, berubah di Kabupaten Sigi sudah banyak mengeluarkan anggaran besar, untuk persiapan kegiatan tersebut, akhirnya belum ada kejelasan, Apalagi Kabupaten Parigi Moutong sangat lebih besar lagi anggran yang dikeluarkan, untuk lokasi kegiatan HPS, maka harap bersabar karena itu acara pusat, kata Pejabat Perkebunan Provinsi .
Kembali Kabupaten Parigi Moutong, Ir Amir Syarifuddin M.Si Kepala dinas Ketahan Pangan menyebutkan 6/10/2022, ‘’ saya bisa jelaskan dari awal dulu, jelas publik sudah tau, bahwa ada beberapa proses pelaksanaan perencanaan kegiatan.
pada tahun 2019 HPS di Kendari, itu sudah ada semacam surat permohonan dari Pemda Parimo untuk HPS berikutnya di Sulawesi Tengah, sampai ke surat rekomendasi gubernur, dan ada semua dokumennya, Sudah terbit Masih Zaman Gubernur Longky Djanggola, setelah COVID barang ini tertunda, kata Amir.
kalau HPS itu tetap ada perayaannya, karena ini hari pangan sedunia setiap tanggal 6 Oktober, waktu itu dilaksanakan secara virtual selama masa COVID 2 tahun mulai dari 2020 -2021.
Untuk tahun 2022 ini kita bermohon lagi, kalau misalnya HPS ini sudah bisa dilaksanakan secara offline, yang artinya secara langsung. permohonan tersebut direspon oleh kementerian Pertanian , awalnya, badan pangan itu masih Satu atap dengan kementerian pertanian.
Jadi kami coba klarifikasi ke Badan Pangan Nasional, apakah HPS ini sudah ditangani oleh badan pangan, ternyata penjelasan waktu itu, betul kita sudah berpisah secara kelembagaan, tapi penganggaran untuk HPS 2022, ini masih dibawah kementerian pertanian, tapi sempat di expose di badan pangan nasional.
itu persiapan kita, jadi Pemda lanjut ke kementerian pertanian, waktu di kementerian pertanian sudah dijelaskan bahwa sampai dengan saat ini, belum ada penetapan Provinsi mana, waktu itu bulan Juli Tahun 2022 kita diterima di sana, kami dengan beberapa dari Parimo di Pimpin Oleh Sekda pada waktu itu, dinyatakan bahwa belum ada penetapan Provinsi mana, Jadi menunggu.
pada bulan akhir Juli itu, kebetulan kami ada kegiatan di Palu ketemu dengan dinas perkebunan , pada waktu ketemu dengan Kadis perkebunan menyampaikan bahwa sesuai dengan surat pemberitahuan dari pusat, bahwa pelaksanaan HPS i, penanggung jawabnya adalah Dirjen perkebunan, kebetulan waktu itu ada tim Dirjen yang datang di provinsi Sulawesi Tengah, mau melihat kesiapan beberapa daerah termasuk Parimo, Sigi dan Donggala mau di survey,di akhir bulan Juli.
Tim ini sudah kita kawal sampai di Parimo, kemudian kalau Donggala saat dihubungi pemdanya melalui Kepala dinas, tidak bersedia, jadi timnya tidak ke sana. kemudian Sigi ketika itu menyatakan kalau mau lihat lokasi silakan, tapi intinya pada waktu itu kepala dinas tidak punya anggaran pelaksanaan.kata Amir.
Jadi yang kita bawa ke Parimo, tim yang turun ini mengatakan, dari tiga calon letak lokasi kelihatannya Parigi Moutong yang lebih siap, jadi kita sudah melalui persiapan. Maka dengan itu ada undangan untuk Pemda Parigi Moutong , memaparkan bagaimana kesiapan sebagai tuan rumah, kata Amir.
di awal Agustus ada surat undangan Dirjen Perkebunan, sampai dengan Agustus tanggal 9 ada surat gubernur yang ke Menteri merekomendasikan Parigi Moutong sebagai tuan rumah, di surat itu Gubernur menyampaikan ke menteri pertanian, menunjuk kabupaten sebagai tuan rumah HPS.kata Amir.
Lanjutnya, Jadi dengan segala persiapan kita sudah lakukan itu, hingga kita belum dapat info penetapan dari kementerian, tapi kami tetap menelusuri informasinya seperti apa, Jadi kemarin kita ditugaskan untuk menanyakan itu, setelah kita berkonsultasi ke Dirjen Perkebunan, mereka katakan sampai dengan saat waktu kita datang, itu di katakan belum ada penetapannya HPS , dan mereka rupanya lagi fokus ke G20 di Bali, jadi informasi didapat seperti itu, belum ada penetapan sampai dari kemarin, kata Amir
Amir menanggapi tentang HPS di Tahun ini ’’ sebagai pelaksana teknis selalu mempersiapkan diri, artinya untuk sebagai tuan rumah, sebagai OPD yang bertanggung jawab terhadap teknis, bupati juga mengarahkan, pokoknya persiapkan segala sesuatunya sampai dengan betul-betul ada penetapan.
Kami yang di Ketahanan Pangan dalam melakukan program kegiatan itu memang, selalu mengacu ke rencana kerja kami. HPS ini ibaratnya cuman perayaan , tapi kegiatan itu bagian dari program yang kita sudah persiapkan, jadi tidak ada masalah mau ada HPS atau tidak ada HPS, tetap jalan program kegiatan.
‘’Jangan tidak jadi HPS kita dianggap seperti apa’’ ketahanan pangan itu punya kewenangan fungsi tugas artinya di amanatkan dalam undang-undang , jadi bukan hanya persoalan HPS, saya anggap cuma bagian kecil dari kegiatan ketahanan pangan , HPS ini hari pangan sedunia betul nomenklaturnya pangan sedunia, tetapi di situ ibaratnya peringatan, tapi kalau kita berbicara tugas pokoknya ketahanan Pangan, bagaimana memastikan itu ketersedia pangan, kemudian bagaimana memastikan keterjangkauan pangan, kemudian bagaimana memastikan Kemanfaatannya kata Amir.\
Walaupun belum ada kejelasan tentang penetapan lokasi HPS, sesuai dengan perencanaan persiapan dan Bupati sampaikan jalankan saja program masing-masing OPD tidak harus terpaku mau di Kabupaten Parimo atau Kabupaten Sigi tetap kita jalan HPS kan dapat diperingati disemua daerah kata Amir.
Persiapan yang dilakukan sudah diarahkan, bahwa berkaitan dengan kegiatan program masing-masing OPD, seperti ketahanan pangan memberikan edukasi tentang pangan lestari.
Bupati Parigi Moutong sangat bijaksana dalam menyikapi kondisi, mau di Parigi Moutong atau Sigi yang penting di Sulawesi Tengah, sekarang ini disampaikan tetap jalan ‘’ siapa tau tiba-tiba pusat menyatakan letaknya di Kabupaten Parimo.’’
karena kegiatan seperti ini tidak boleh kita menolak ketika ditunjuk, jadi tetap berusaha untuk tetap siap, kalau misalkan lokasi di Kabupaten Sigi kita Legowo tidak masalah dan ini menurut kita yang penting di Sulawesi Tengah, Kata Amir. (F)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed