oleh

Gelar Musda Ke XVI, PWKI DPD Jatim Siap Hadapi Era Digitalisasi.

-Berita-15 views
wa

MC, Surabaya- Persatuan wanita Kristen Indonesia (PWKI) DPD Jawa Timur menggelar musyawarah daerah yang ke-16 pada Jumat 25 November 2002 di hotel Grand Mercure Ahmad Yani Surabaya.

Musda Tersebut akan memilih ketua PWKI Jatim peride mendatang yakni 2022-2027 yang dihadiei ratusan anggota PWKI dari DPC kota kabupaten.

Siandra selaku ketua PWKI DPD jatim Periode 2017-2022 mengatakan bahwa Musda ini sesuai dengan AD ART dari organisasi persatuan wanita Kristen Indonesia yang merupakan organisasi nasional yang umurnya hampir sama dengan umur kemerdekaan Indonesia.

“Jadi organisasi ini ada, karena wanita-wanita pada saat itu terpanggil untuk bisa ikut serta di dalam membangun negara ini, jadi kalau boleh dibilang organisasi ini sudah cukup tua, jadi organisasi ini adalah organisasi nasional yang mana diakui oleh pemerintah”. Kata Siandra pada Jumat 25/11/2022.

“PWKI ikut di dalam organisasi pemerintah wanita yang punya di tingkat pusat yang namanya kowani, yang di tingkat daerah namanya BKOW, kabupaten dan kota adalah GOW”. Terangnya.

Menurut Siandra, dibuat setiap 5 tahun sekali, setelah diadakan musyawarah Nasional. Setelah pemimpin pusat sudah terjadi pergantian maka di daerah dilakukan setelah Munas.

“Dan Musda ini diikuti oleh anggota dari kabupaten dan kota yang ada PWKI nya. Jadi untuk Jawa timur kita udah punya 14 dari 38 kabupaten /kota yang ada”. Lanjutnya.

Menurut Siandra ,PWKI saat ini sudah tidak lagi dituntut untuk berjuang demi kemerdekaan, tetapi harus terlibat dalam program yang dilakukan oleh pemerintah, khususnya untuk Jawa timur.

“Setelah pandemi ini gubernur Jawa timur ibu Khofifah Indar parawansa pernah berpesan, melalui acara dari BKOW yaitu Badan Kerjasama Organisasi Wanita untuk provinsi ditekankan bahwa kita itu harus bisa menjaga toleransi”. Terang Siandra

“Menjaga toleransi Antara satu dengan yang lain dalam situasi yang sangat sulit pada saat ini. Kita sebagai wanita Kristen harus membangun iman kita, dengan iman itulah maka kita memiliki satu kekuatan, sehingga kita bisa menerima satu dengan yang lain dan menghadapi situasi ini dengan tenang”. Lanjutnya.

“Tema Acara Musda ini adalah jangan kerajinanmu kendor, layani Tuhan dengan sukacita karena situasi yang sulit ini, di mana di antara anggota anggota kita pun menghadapi satu musibah pada waktu pandemi. Ada saudara kita yang meninggal dan kita menjadi takut”. Terangnya.

PWKI siap bergerak maju untuk menghadapi satu perubahan di era globalisasi yaitu dengan digitalisasi. Hal tersebut dinilai tidak mudah karena anggota PWKI merupakan beranggota ibu-ibu yang berusia 50 tahun ke atas.

“Jadi sangat sulit untuk bisa mengikuti kondisi keadaan zaman pada saat ini,tapi diminta saat ini kita harus bisa berani untuk maju untuk menghadapi era digitalisasi”. Terang Siandra.

“Saya berpesan untuk seluruh provinsi pesannya adalah mari kita bangkit lupakan yang ada, kita maju ke depan dengan semangat yang baru tanpa kendor. Kita percaya bahwa bersama Tuhan kita, menjadi berkat untuk orang lain”. Pesan Siandra.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed