oleh

BNPT RI Ajak Bersama sama Waspadai Penyebaran Ideologi Radikal Terorisme.

MC, Surabaya- Dalam upaya mencegah penyebaran ideologi radikal, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menyelenggarakan Rapat Kordinasi pada Kamis 21 September 2023 di Surabaya.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan berbagai Intansi maupun Institusi diantaranaya TNI AD dari Kodam V Brawijaya, Lanud, Marinir, Kepolisian dari Polda Jatim termasuk jajaran intelijen dan Brimob. Serta terdapat perwakilan dari pemerintah daerah antara lain dari bakesbangpol, Kemenkumham dan kemenag.

Brigjen Pol Wawan Ridwan selaku Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT RI menyampaikan bahwa rapat kordinasi ini dalam rangka untuk menyamakan persepsi bersama untuk mencegah penyebaran ideologi radikal teroris.

“Dalam rangka untuk melakukan menyamakan persepsi bahwa ini merupakan tanggung jawab kita bersama, yang khususnya aparatur juga masyarakat agar memiliki upaya daya Tangkal untuk mencegah penyebaran ideologi radikal teroris”. Kata Brigjen Pol Wawan pada Kamis 21/09/2023.

“Dengan memiliki pemahaman dan memiliki kesamaan, kita punya rasa aware/kepedulian bahwa ideologi radikal itu sangat berbahaya. Artinya walaupun secara kasat mata sekarang aksi-aksi penyerangan teroris itu sudah jauh menurun”. Terangnya.

“Tapi kalau kita pahami, ideologi radikal ini seperti teori gunung es yang muncul di permukaan itu memang kecil, tapi di bawah kita lihat penyebaran paham radikal ideologi ini sangat (besar) berbahaya”. Sambungnya.

Menurut Brigjen Pol Wawan Ridwan ideologi tersebut harus diwaspadai, karena berkembang secara transnasional dan terus menyebarkan propaganda.

“Banyak contohnya negara-negara di Timur Tengah yang sudah hancur karena penyebaran paham radikal dan ideologi yang sangat berbahaya”. Kata Brigjen Pol Wawan.

“Kami BNPT memiliki tanggung jawab untuk melakukan upaya tersebut bersama dengan TNI POlRI dan lembaga lainnya”. Sambungnya.

“BNPT Salah satu lembaga sebagaimana amanat undang-undang nomor 5 tahun 2018 yaitu kami sebagai koordinator dalam rangka upaya penanggulangan terorisme, nah kami diberikan porsi yang besar adalah dalam rangka upaya untuk mencegah mencegah terjadinya penyebaran paham radikal teroris, mencegah upaya penanggulangan teroris”. Terangnya.

Wawan Ridwan berharap dengan adanya peningkatan kapasitas ini, para aparatur khususnya di Jawa Timur memiliki pemahaman yang sama, cara pandang yang sama dan memudahkan berkoordinasi bersinergi bersama-sama dalam rangka upaya untuk melakukan upaya pencegahan tadi pencegahan penyebaran saham radikal ideologi terorisme.

“Ini melibatkan semua dari TNI-nya dari Kodam 5 Brawijaya, Kemudian dari Lantamal, Lanud, Marinir, Polri nya juga dari Polda Jatim termasuk jajarannya kok ada Intelijen (Intelkam) dan Brimob dll. kemudian dari aparat pemerintah daerahnya dari Bakesbangpol, dari Kemenkumham serta Kemenag”. Lanjutnya.

“Termasuk kita menghadirkan narasumber dari NU, Satgaswil Densus 88, mantan Napiter Ustaz Ali Fauzi yang memberikan pengalamannya sehingga hal tersebut tidak terulang bagi yang lainnya serta ada upaya pencegahannya yang dapat dilakukan”. Terang Brigjen Pol Wawan. (adi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed