Peledakan Rumah Ketua KPPS Pamekasan Tidak Terkait Dengan Pemilu, Berikut Kronologi nya!

Berita43 views

MC, Surabaya- Sempat Viral peledakan di rumah KPPS kabupaten Pamekasan waktu lalu, yang diduga berhubungan dengan Pemilu. Polda Jatim memberikan klarifikasinya melalui pers rilis yang di gelar pada Jumat 23 Februari 2024 di Gedung Bidhumas.

Kejadian itu terjadi Di rumah Korban KS yang beralamat di Dsn. Timur Kel. Nyablu Daya Kec. Pamekasan Kab. Pamekasan madura.

Dalam keterangannya yang disampaikan Dirreskrimum Polda Jatim Kobespol Totok Suharyanto bahwa motif para pelaku dalam melakukan peledakan adalah dendam karena korban anak korban KUSYAIRI bernama Feri diduga sebagai informen kasus Narkoba (sabu-sabu). Pelaku menganggap Feri yang telah mengakibatkan saudara nya ditangkap polisi karena kepemilikan sabu sabu.

Dalam kasus yang terjadi pada Senin19 Februari 2024 pukul 03.00 WIB tersebut, petugas mengamankan 3 tersangka, antara lain S, yang berprofesi butuh lepas sebagai Eksekutor pelaku peledakan di rumah Korban KS.

“Kemudian pelaku A sebagai Otak pelaku memerintahkan Tersangka S untuk melakukan peledakan di rumah Korban Kusyairi. Serta AR sebagai penjual dan pembuat bahan peledak jenis mercon”.

Kombespol Totok bahwa Tersangka S mendapatkan 2 (dua) buah bondet dari Tersangka A untuk meledakan rumah Sdr. KUSYAIRI di Ds. Nyalabu Daya (Ketua KPPS Ds. Nyalabu Daya).

Akibat perbuatan Tersangka tersebut Sdr. KUSYAIRI mengalami kerugian materil senilai Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
Tersangka A melakukan atas perintah Tersangka S dengan mendapatkan imbalan uang senilai Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

“Tersangka A sebagai otak pelaku mendapatkan bondet dari penjual an. Tersangka AR seharga Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) sebelum hari raya Idul Fitri tahun 2023. Tersangka A sebelum memerintahkan untuk melakukan peledakan 3 (tiga) bulan yang lalu juga memerintahkan untuk melakukan peledakan namun itu tidak terjadi”.

Dari kejadian tersebut, petugas mendapatkan barang bukti berupa 2 (dua) buah benda peledak jenis mercon berbentuk bulat, 1 (satu) buah tepung tapioka, 1 (satu) buah bubuk misiu, 2 (dua) buah kantong plastik tawas.

Selain itu ada 1 (satu) buah kantong plastik potasium, 1 (satu) buah kantong plastik sendawa, 1 (satu) alat pembuat bahan peledak jenis mercon.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dikenakan pasal Yang Dipersangkakan
Delik utama yang dipersangkakan kepada para tersangka adalah Pasal 1 Ayat (1) Undang- Undang Darurat RI No. 12 Tahun 1951 dan Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 20 (dua puluh) tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed