oleh

KONI Jatim Targetkan Juara Di PON XXI, Berikut Cabor Andalan nya!

MC, Surabaya- KONI Jawa Timur (Jatim) menargetkan Juara Umum dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Provinsi Aceh Darussalam dan Sumatera Utara, pada September-Oktober 2024 mendatang.

Guna mewujudkan target sebagai juara umum, Pemerintah Provinsi Jatim melalui KONI Jatim menggenjot semua cabang olahraga dengan memberikan kesempatan semua cabang untuk melakukan tryout atau mendatangkan pelatih asing, asal sesuai nilainya.

Seperti yang disampaikan Ketua KONI Jatim M. Nabil bahwa untuk mengupayakan perolehan prestasi tersebut, KONI Jatim memiliki standart pencapaian emas di event tersebut. Dan sejak Jaman Gubernur Jatim terdahulu memiliki istilah ‘Puslatda 100 emas’.

“Jatim sendiri memang punya istilah namanya puslatda 100. Itu dimulai zamannya Pak Imam Utomo , maksudnya bahwa Minimal kita mendapatkan medali itu 100 emas. Tapi dengan catatan waktu itu emasnya kan 500 yang diperebutkan”. Terang M. Nabil yang diwawancarai saat menghadiri pembukaan Pameran Batik & aksesoris Fair di Grnd City pada Rabu 8 Mei 2024.

“Artinya dengan 100 emas kita menjadi juara umum. Nah sekarang karena jumlah emas yang diperebutkan 1.048 maka kita juga akan mempersiapkan hitungan ulang terhadap perolehan medali itu, tapi kita sudah maksimal ini. Jadi (100 emas) itu sebuah istilah saja untuk pencapaian saja”. Terang M. Nabil.

M. Nabil juga mengatakan bahwa KONI Jatim memprioritaskan para atlet yang berpotensi untuk mendapatkan medali emas, medali perak dan perunggu.

Sedangkan Kepala Bidang Media dan Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, Rahmat Adhy Kurniawan, mengungkapkan untuk menjadi juara umum, Kontingen Jatim menaruh harapan besar pada beberapa cabang olahraga (cabor) unggulan. Diantaranya panahan, sepak takraw, renang, dan selam.

Sebagai informasi, pada penyelenggaraan PON sebelumnya, Jatim tampil sebagai juara umum. Selain itu, Jatim juga sangat berharap bisa meraup emas dari cabang bela diri seperti muay thai, gulat, dan karate.

“Di cabang muay thai ini, pada babak kualifikasi –dulu istilahnya Pra PON– kami meraup 7 medali emas dari 18 medali emas yang disediakan. Sedang untuk gulat, pada PON sebelumnya Jatim tampil sebagai juara umum,” ujar pria yang akrab disapa Rak ini.

Di antaranya, cabang renang yang pernah mengajukan tryout ke Spanyol, atau tim gulat yang terdiri 8 atlet dan 1 pelatih diberangkatkan ke Kazakhstan untuk berlatih selama 35 hari. Sementara tim muay thai melaksanakan tryout ke Thailand selama satu bulan.

Selain itu, Jatim memiliki strategi dengan cara membuat klaster untuk memerbanyak medali, semisal cabor combat (beladiri) yang meliputi silat, judo, anggar. Di cabang combat ini, kata Rahmat, tersedia 219 medali emas untuk diperebutkan.

Puslatda KONI Jawa Timur sendiri, sejak Januari lalu sudah menyelenggarakan Pusat Latihan Daerah (Puslatda) bagi atlet-atlet yang akan dikirim ke Aceh dan Sumut. Dalam pesta olahraga 4 tahunan itu, Jatim mengikuti seluruh cabang olahraga yang dilombakan, yaitu 60 cabang.

Rahmat mengungkapkan bahwa para atlet yang masuk Puslatda mendapatkan gaji yang diambilkan dari dana APBD. “Itu ada Surat Keputusan (SK)-nya,” katanya, Jumat (3/5/2024).

Para atlet yang masuk Puslatda akan dites fisik dan psikologinya setiap bulan untuk dievaluasi. Kalau hasilnya jelek atau tidak lolos, akan diberi kesempatan lagi untuk meningkatkan kemampuannya dan akan dites pada bulan berikutnya. Dan ini terus dilaksanakan hingga menjelang keberangkatan.

Secara keseluruhan Kontingen Jatim yang akan berangkat ke PON XXI sebanyak 1.200 orang yang terdiri atlet, official, dan pelatih. Mereka akan dipimpin langsung oleh Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono. Diharapkan upaya kali ini bisa mengulang sukses PON 2000 (di Jatim) dan PON 2008 (di Kalimantan Timur), di mana Jatim tampil sebagai Juara Umum

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed