oleh

Intitut STTS Gelar Seminar & Workshop Bertema Teknologi AI dan IoT Untuk Dunia Industri.

-Berita-13 views

MC,Surabaya- Institut STTS menggelar Seminar dan Workshop memperingati IES Day pada Sabtu 18 Mei 2024. Acara tersebut bertema Inteligent IOT levaraging AI for Next Generation Electronic Solution.

Joan Santoso salah satu speaker/pembicara menyampaikan bahwa pada kesempatan kali ini dirinya menyampaikan tentang Artificial Intelligence khususnya bagaimana komputer dapat belajar dari data seperti hasil data sensor pada perangkat IoT

Langkah tersebut sebagai upaya agar para peserta bisa mempelajarinya, sehingga peserta paham terkait komputer bisa belajar dari data.

“Materi yang saya bawakan adalah bagaimana komputer itu belajar, di materi ini tidak hanya disampaikan pemahaman terkait bagaimana mesin itu belajar, tetapi prepare datanya seperti apa, dan penerapannya Seperti apa”. Jelas Joan.

“Jadi setelah kita buat modelnya dari hasil mesin itu belajar sampai diterapkan nanti kalau misalnya mau dipakai untuk menganalisa sesuatu data baru, maka komputer akan mampu melakukannya”. Terangnya.

Kemudian dari seminar ini, akan dilakukan prakteknya dengan mencoba bersama-sama untuk mengembangkan model pelatihannya. Terdapat juga materi teori dan pelatihan serta workshop. Sedangkan peserta bisa praktek di komputernya masing masing pada sesi pelatihan.

“Nanti modelnya kita juga akan kita deploy, kita membuat pengajaran ini mudah diserap peserta, supaya paham konsepnya, saya menggunakan alat dari Google”. Jelas Joan.

“Program dari google tersebut sudah siap dipakai untuk bisa mengenali suara, mengenai foto, mengenali pose. Jadi alatnya cukup mudah, tinggal drag and drop kemudian datanya bisa kita upload di situ”. Sambungnya.

“Outputnya nanti itu bisa di aplikasi web yang bisa di hostingkan sendiri, terus nanti bisa digunakan untuk mengenali data baru yang ingin kita kelola”. Terangnya.

Lanjut Joan bahwa kegiatan ini tidak akan berhenti pada hari ini saja. Tetapi akan ada tindak lanjut dari organisasi pendidikan seperti, ISTTS, komunitas dalam melakukan penelitian dan kerjasama di bidang industri. Yang salah satu hari ini mengenalkan kepada masyarakat tentang tekhnologi terkini melalui AI dan IOT.

“Harapan kami dari berbagai pihak yang hadir baik dari peneliti, mahasiswa, dosen, praktisi industri dll kedepannya bisa melakukan kolaborasi”. Lanjutnya.

“Kolaborasi tersebut contohnya nampak dari show case produk di acara ini, yang merupakan produk yang dilakukan oleh praktisi surabaya yang berkolaborasi dalam pengembangan produk industri yang siap pakai/digunakan. Artinya bukan produk yang prototype tetapi produk jadi”. Terang Joan.

Sedangkan Wakil Rektor III ISTTS, Ferdinandus menyampaikan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi ISTTS dengan IES yang dipimpin oleh Prof. Mauridhi Hery Purnomo selaku IES Indonesia Chapter yang juga merupakan seorang peniliti ITS. Dimana ISTTS memang punya kolaborasi dengan ITS untuk pengembangan-pengembangan pengetahuan khususnya AI.

“Kampus kita, Institut STTS itu mencanangkan bahwa kita kampus AI. Perkembangan AI yang sangat cepat ini, apalagi background kita memang kampus teknologi ya, sehingga kita berusaha ke depan ini pasti akan masif tentang AI,” tutur Ferdinandus.

Dengan adanya kegiatan ini, Ferdinandus menerangkan, hal tersebut sudah menandakan bahwa kampus ISTTS mencoba menjadi kampus terdepan di bidang pengetahuan dan teknologi AI. “Sehingga kita melakukan event-event yang nanti banyak untuk berbasis yang AI. Intinya demikian, dan hari ini kita punya event ini memang spesial untuk yang IoT ya, sebab IES sendiri sebetulnya bidangnya kan di industrial electronic, dan disitu IoT-nya banyak menjadi sorotan,” terangnya.

Ferdinandus menjelaskan, kegiatan ini diadakan dengan maksud untuk mengedukasi AI yang dapat digabungkan dengan IoT. Oleh karenanya, peserta yang mengikuti dari berbagai kalangan, yakni mahasiswa, praktisi, dan akademisi.

“Ke depan sistem teknik industri yang ada di pabrik-pabrik itu saya merasa para pekerja pabrik digantikan oleh suatu sistem yang memang bisa menggantikan manusia. ) Nah di sana mulai kita membayangkan bahwa pentingnya IOT system, yang dipermudah jika dihubungkan dengan AI. Dari sana diolah oleh sistem yang dibuat untuk intelligent system. Itu pentingnya AI untuk masuk ke IOT system, sebab AI sama intelligent system ini beda sebetulnya,” jelasnya.

“Satunya kalau IOT itu kan sebetulnya adalah benda-benda di internet yang bisa dipakai untuk otomatisasi. Tetapi ketika kepandaiannya belum bisa menyentuh itu maka ya ini IOT system bukan intelligent system. Saat sudah jadi, maka dia bisa digabungkan dengan IOT dan menjadi satu sistem yang sangat pandai,” sambung Ferdinandus.

Kekhawatiran manusia yang dapat digantikan AI, Ferdinandus menilai, manusia masih lebih sempurna dari AI. Karena AI dibuat oleh manusia dan akan terus dikembangkan, sehingga Ia berharap AI tidak bisa melampaui kesempurnaan manusia. “AI akan lebih pandai, lebih pandai memang. Tetapi dia akan membantu manusia, bukan untuk menggantikan,” tukas Ferdinandus.

Ferdinandus berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang teredukasi terkait AI dan IoT, dalam hidup berdampingan dengan teknologi setiap harinya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed