Puluhan Poster Bernada Kritikan Berjejer, Begini Yang Disampaikan Kadin PUPK Ponorogo

Berita, Daerah11 Dilihat

Media Central Ponorogo, Para pengguna jalan di jalur poros Kesugihan – Pomahan kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur di suguhi pemandangan berupa puluhan poster bertuliskan nada kritikan kepada pemerintah yang juga merupakan keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan di jalur tersebut yang sampai saat ini belum tersentuh perbaikan.

Di konfirmasi melalui sambungan telepon aplikasi whatsaap, pada Kamis (11/7), terkait keberadaan poster poster yang berjejer di sepanjang jalan itu, kepala desa Kesugihan, Sugeng Riyanto mengatakan bahwa poster poster itu memang di pasang dan juga di tulis oleh warga Kesugihan.

Menurutnya bahwa sebelumnya juga sudah pernah ada tulisan tulisan seperti itu, yang juga berjejer sepanjang jalan, namun sudah di tertibkan oleh pihak Polsek dan Kecamatan.

“Ya itu, intinya kemarin dari warga itu sudah mengajukan ke PU, tapi kenyataannya tidak di tindak lanjuti, dan selama 20 tahun itu jalannya ya seperti itu”, kata Kepala Desa Kesugihan.

Adapun beberapa tulisan yang ada, antara lain berbunyi, “PONOROGO HEBAT, KUTHO DALANE RUWET, NDESO DALANE MEMET, AKEH SING PODO MUMET, ORA COCOK LEK BAYAR PAJEK”.ada lagi “HANCURNYA JALAN INI LEBIH DARI 20 TAHUN TERJANGKIT’ dan “KORBAN JANJI GAK ADA YANG PEDULI, BAYAR PAJAK TERASA SIA SIA”. dan masih banyak lagi tulisan banner bernada ketidak puasan yang di lontarkan oleh warga.

Menanggapi bertebarannya poster poster bernada protes di sepanjang jalan Kesugihan – Pomahan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto membenarkan bahwa kerusakan jalan di jalur Kesugihan – Pomahan sampai saat ini memang belum ada perbaikan.

“Ya memang, banyak jalan jalan yang pada kondisinya di keluhkan masyarakat, terutama yang sudah agak lama tidak mendapatkan alokasi pemeliharaan”, Kata Jamus Kunto saat di temui Media Central pada Rabu 7 Juli, sehari sebelumnya.

Namun dengan tegas juga Jamus Kunto membantah bahwa kerusakan yang terjadi telah berlangsung hingga 20 Tahun seperti apa yang di katakan Kepala Desa Kesugihan dan warganya. “Kalau 20 Tahun itu tidak mungkin, saya jadi kepala PU sudah 10 Tahun, jadi Insya Allah semua ruas itu sudah pernah kita tangani, hanya pada tingkat penanganannya saja yang berbeda”, katanya.

Dalam keterangannya ia juga menyampaikan bahwa perbaikan ataupun pembangunan jalan yang ada di wilayah tersebut memang belum bisa di tindak lanjuti ataupun di realisasikan pada Tahun Anggaran 2024 ini.

Sebuah alasan mendasar yang di sampaikan Jamus Kunto adalah terkait anggaran yang di alokasikan Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk Dinas PUPK telah terpangkas lebih dari 50 persen, untuk di alokasikan ke beberapa kegiatan Pemkab lainnya sehingga Dinas PUPK kurang bisa mengcover semua kebutuhan masyarakat yang dalam hal ini adalah infrastruktur jalan.(ek/bbg)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed